Berita Batanghari
29 Titik Blank Spot di Batang Hari, Kominfo Upayakan Tower BTS dan Internet Merah Putih
29 titik di wilayah Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi, hingga kini masih mengalami blank spot atau wilayah tanpa sinyal telekomunikasi
Penulis: Khusnul Khotimah | Editor: Suci Rahayu PK
TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Sebanyak 29 titik di wilayah Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi, hingga kini masih mengalami blank spot atau wilayah tanpa sinyal telekomunikasi, Rabu (18/2/2026).
Pemerintah Kabupaten Batang Hari melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) terus mengupayakan solusi.
Pembangunan tower BTS dan memaksimalkan sejumlah program dari pemerintah pusat termasuk solusi yang dilakukan pemerintah daerah.
Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Batang Hari, Amir Hamzah mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai langkah strategis guna mengatasi persoalan tersebut.
Ia membenarkan saat ini masih terdapat 29 titik blank spot di Batang Hari, namun pemerintah daerah tidak tinggal diam dan terus melakukan upaya terbaik agar masyarakat bisa menikmati layanan komunikasi yang memadai.
"Kami bersama seluruh Kadis Kominfo se-Provinsi Jambi sudah melakukan kunjungan ke Kementerian Kominfo untuk mengajukan proposal titik-titik blank spot ini melalui program-program yang ada di kementerian," katanya.
Selain itu, ia juga menjelaskan juga pihaknya melakukan kunjungan ke provider seperti Telkomsel dan Telkomsat guna memperkuat koordinasi.
Baca juga: Daging Ayam di Jambi Capai Rp40.000 per Kg, Cabai Rawit Rp95.000
Baca juga: Terdakwa Korupsi BOP PKBM Anugrah Batang Hari Menangis Minta Keringanan Hukuman
Menurutnya, dari kunjungan tersebut Pemkab Batang Hari akan mencoba mengoptimalkan pembangunan tower BTS di titik-titik blank spot agar provider komunikasi tertarik membangun infrastruktur jaringan di wilayah tersebut.
"Tujuan utamanya tentu untuk memperkuat jaringan komunikasi di daerah-daerah yang masih belum terjangkau sinyal," jelasnya.
Tak hanya itu, ia juga menyebutkan adanya program lain dari Telkomsat, seperti Internet Merah Putih, yang dapat menjadi alternatif solusi, tergantung pada kondisi dan kebutuhan masing-masing desa.
Namun demikian, ia mengakui program tersebut membutuhkan pembiayaan yang tidak sedikit. Ia menyebutkan estimasi biaya untuk program Internet Merah Putih mencapai sekira Rp100 juta.
"Program ini memang memerlukan pembiayaan yang lumayan, kurang lebih sekira 100 juta rupiah. Secara daerah, Pemkab belum bisa menanggung sepenuhnya," ujarnya.
Karena itu, pihaknya menawarkan opsi kepada pemerintah desa untuk mencari pola pembiayaan melalui skema tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), terutama bagi desa yang memiliki perusahaan di sekitarnya.
Ia menambahkan, apabila terdapat perusahaan di wilayah tersebut, maka keberadaan jaringan internet yang lebih baik juga dapat menjadi solusi komunikasi bagi operasional perusahaan itu sendiri.
Lebih lanjut, ia menegaskan pihaknya terus berupaya meyakinkan para provider agar bersedia membangun BTS di Batang Hari dengan menyampaikan data dan kebutuhan riil di lapangan.
"Kami terus mencari solusi dan mencoba meyakinkan provider dengan data-data yang kami sampaikan, dengan harapan mereka tertarik membangun BTS di titik-titik blank spot ini," pungkasnya. (Tribunjambi.com/Khusnul Khotimah)
Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News
Simak informasi lainnya di media sosial Facebook, Instagram, Thread dan X Tribun Jambi
Baca juga: Daging Ayam di Jambi Capai Rp40.000 per Kg, Cabai Rawit Rp95.000
Baca juga: Jadwal Pemadaman Listrik di Jambi Kamis 19/2/2026: Simp Rimbo-Taman Aci
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/2-area-di-muarojambi-ini-disebut-area-blank-spot-seluler-alias-tak-ada-sinyal-ini-kata-diskominfo.jpg)