Dampak Dolar Naik ke Jambi
Harga Pupuk di Batang Hari Melonjak, Pedagang dan Petani Mulai Tertekan
Harga pupuk di Kabupaten Batang Hari naik signifikan dalam dua bulan terakhir akibat kenaikan harga bahan baku.
Penulis: Khusnul Khotimah | Editor: Heri Prihartono
TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Kenaikan harga pupuk di Kabupaten Batang Hari mulai dikeluhkan pedagang hingga petani sawit.
Lonjakan harga yang terjadi dalam dua bulan terakhir dinilai memberatkan, Selasa (19/5/2026).
Terlebih di tengah kekhawatiran masyarakat terhadap nilai tukar dolar yang terus menguat. Di toko pertanian Bina Usaha Kecamatan Muara Bulian, harga berbagai jenis pupuk mengalami kenaikan cukup signifikan.
Kondisi tersebut membuat daya beli masyarakat ikut menurun dibanding sebelumnya.
Berdasarkan pantaua Tribunjambi.com di toko pupuk tersebut aktivitas pembeli masih terlihat, namun tidak ramai. Sebagian pembeli tampak menanyakan harga pupuk sebelum memutuskan membeli.
Karyawan toko pupuk pertanian Bina Usaha, Gina mengatakan, kenaikan harga pupuk sebenarnya sudah terjadi sebelum kabar penguatan dolar saat ini mencuat. Menurutnya, kenaikan mulai terasa sejak harga plastik ikut naik sekira dua bulan terakhir.
"Memang sebelum kabar dolar ini, harga pupuk sudah lebih dulu naik. Sekira dua bulan terakhir sejak harga plastik naik, pupuk juga ikut naik," ujarnya.
Meski demikian, ia menilai penguatan dolar saat ini kemungkinan besar akan kembali berdampak terhadap harga pupuk apabila terus mengalami kenaikan.
"Kalau dolar terus naik seperti sekarang, kemungkinan berdampak juga," katanya.
Ia menyebut, pupuk yang paling banyak dicari masyarakat saat ini masih didominasi pupuk untuk tanaman sawit. Namun, tingginya harga membuat pembeli mulai mengurangi jumlah pembelian.
Harga pupuk NPK Mutiara ukuran 50 kilogram sebelumnya Rp700.000, kini naik menjadi Rp830.000. Kemudian pupuk urea dari Rp400.000 menjadi Rp600.00, sedangkan pupuk KCL naik dari Rp380.000 menjadi Rp480.000.
Menurutnya, kenaikan harga pupuk kali ini cukup tinggi dibanding biasanya. Jika sebelumnya kenaikan hanya Rp2.000 hingga Rp5.000 secara bertahap, kini lonjakan harga bisa mencapai puluhan ribu rupiah.
"Kalau biasanya naik sedikit-sedikit, sekarang naiknya bisa sampai puluhan ribu. Memang ini sudah ganti harga, bukan naik biasa lagi," jelasnya.
Ia menambahkan, kondisi tersebut membuat penjualan pupuk ikut menurun drastis. Jika sebelumnya pupuk bisa terjual hingga 10 karung per hari, kini hanya sekitar 2 karung per hari setelah harga naik.
"Pembeli banyak yang mengeluh. Ada juga yang bilang kenapa naiknya cepat sekali," tuturnya.
| Dolar Rp18 Ribu, Nasib Perajin Tempe Kota Jambi Ditentukan 15 Hari ke Depan |
|
|---|
| Nasib Perajin Tempe di Jambi Terlihat 15 Hari Lagi, Dolar AS Tembus Rp18 Ribu |
|
|---|
| Analisis Guru Besar Universitas Jambi Prof Haryadi, Dampak Dolar Naik ke Jambi |
|
|---|
| Produsen Tempe Tahu di Jambi Ketar Ketir Dolar Menguat, Terungkap Bahan Bakunya |
|
|---|
| Petani Sawit Jambi Waswas Dolar Menguat, Pupuk Bisa Naik Ratusan Ribu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Pedagang-pupuk-Batang-Hari.jpg)