Jumat, 24 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

RSUD Kota Jambi Disomasi

Update RSUD Abdul Manap Kota Jambi Disomasi Setelah Anak 4 Tahun Meninggal

Dokter IGD RSUD Abdul Manap Kota Jambi menyatakan kondisi Affin kritis. Bahkan, dia menyayangkan kenapa pasien tidak dibawa sejak awal.

Penulis: tribunjambi | Editor: asto s
TRIBUN JAMBI
Kelanjutan RSUD Abdul Manap Kota Jambi Disomasi Setelah Anak 4 Tahun Meninggal 

Dokter IGD RSUD Abdul Manap Kota Jambi menyatakan kondisi Affin kritis. Bahkan, dia menyayangkan kenapa pasien tersebut tidak dibawa sejak awal.

Padahal, sehari sebelumya, Affin telah dibawa ke RSUD Abdul Manap, tapi malah direkomendasikan pulang oleh dokter.

Selama 20 menit upaya penyelamatan tak membuahkan hasil, akhirnya pasien meninggal.

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Keluarga dari pasien anak bernama Affin Al Farizi (4), mengajukan somasi kepada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Manap Kota Jambi

Somasi tersebut lantaran pihak keluarga menilai penanganan medis pada Affin tidak maksimal, dan menduga ada kelalaian dalam prosedur pemeriksaan, sehingga berakibat Affin meninggal dunia.

Ayah Affin, Dedi Harianto, bersama kuasa hukumnya, Bahari, menuturkan kronologi peristiwa.

Menurut Bahari, awalnya kondisi korban demam sekira dua pekan. Keluarga membawanya berobat di Puskesmas Kebun Kopi.

"Sekira dua minggu demam, dia dibawa keluarga berobat puskesmas. Lalu mendapat rujukan ke rumah sakit (RSUD Abdul Manap Kota Jambi) untuk pengobatan lebih lanjut," katanya.

Pada Rabu (30/7), Affin dibawa ke RSUD Abdul Manap

"Korban diperiksa dokter spesialis. Namun, menurut ayah korban, saat itu dokter tidak fokus," tuturnya.

Pengacara keluarga Affin Al Farisi, pasien yang meninggal dunia di RSUD Abdul Manap, mempertanyakan kinerja pihak rumah sakit terkait penanganan kliennya.
Pengacara keluarga Affin Al Farisi, pasien yang meninggal dunia di RSUD Abdul Manap, mempertanyakan kinerja pihak rumah sakit terkait penanganan kliennya. (Tribunjambi.com/ Syrillus Krisdianto)

Bahari menjelaskan dokter tersebut memeriksa korban sambil membimbing doktes co-ass (co-assistant). 

"Menurut keterangan dokter, kondisi korban stabil, cukup rawat jalan saja," jelasnya.

Dokter menyarankan Affin pulang tanpa rawat inap. Setelah itu, dokter memberi resep untuk Affin. 

"Setelah berobat, mereka pulang. Obat itu dimakan siang dan malam hari," terangnya.

Sekira 24 jam sesudah itu dan mengonsumsi obat, kondisi Affin malah memburuk.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved