Kamis, 21 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Ancaman Dibalik Kesepakatan Tarif 19 Persen dari Donald Trump

Bayang-bayang ancaman mengintai Indonesia dibalik kesepakatan tarif impor 19 persen dari Amerika Serikat (AS).

Tayang:
Editor: Suci Rahayu PK
Istimewa
TARIF - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada 2 April mengumumkan daftar panjang tarif baru yang akan dikenakan terhadap berbagai negara di dunia. 

TRIBUNJAMBI.COM - Bayang-bayang ancaman mengintai Indonesia dibalik kesepakatan tarif impor 19 persen dari Amerika Serikat (AS).

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengumumkan melalui media sosial bahwa tarif impor barang Indonesia ke AS resmi turun dari 32 persen menjadi 19 persen, sementara produk AS masuk ke Indonesia bebas bea masuk.

Trump juga mengeklaim bahwa Indonesia telah berkomitmen terhadap pembelian besar dari AS berikut ini: 

- 50 Pesawat Boeing 

- 15 Miliar Dolar AS produk energi 

- 4,5 Miliar Dolar AS produk pertanian dari AS.

Trump menyebut perjanjian dagang tersebut merupakan hasil pembicaraan langsung dengan Presiden Prabowo Subianto.

 "Saya berbicara dengan presiden mereka yang sangat hebat. Sangat populer, sangat kuat, cerdas. Dan kami membuat kesepakatan itu. Kami mendapat akses penuh ke Indonesia, semuanya," ujar Donald Trump dalam konferensi pers di Gedung Putih, Selasa (15/7/2025), seperti disiarkan kanal YouTube resmi White House.

Baca juga: Sosok Suami Pertama Putri Karlina Sebelum Dinikahi Maula Akbar, Anak Gubernur Jabar

Baca juga: Breaking News Ibunda Misri Datangi UPTD PPA Provinsi Jambi untuk Dapatkan Pendampingan Psikologis

Peringatan Ekonom

Kebijakan tarif 19 persen untuk barang ekspor Indonesia, sementara produk AS bebas bea masuk, mengandung resiko.

Ini seperti dikatakan Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira.

“Tarif 19 persen untuk barang ekspor Indonesia ke AS, sementara AS bisa mendapat fasilitas 0 persen sebenarnya punya risiko tinggi bagi neraca dagang Indonesia,” ujar Bhima kepada Kompas.com, Rabu (16/7/2025).

Ia menjelaskan bahwa di satu sisi, ekspor produk seperti alas kaki, pakaian jadi, CPO, dan karet memang diuntungkan dengan tarif 19 persen. 

Namun, penurunan tarif Indonesia dinilai kurang signifikan dibandingkan Vietnam, yang berhasil menurunkan tarif dari 46 persen menjadi 20 persen.

 Selain itu, Bhima juga menyoroti soal masalah swasembada pangan, karena AS untung besar dari penetrasi ekspor gandum ke Indonesia karena tarif 0 persen.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved