Berita Nasional
Cerita MPLS: Ada SD Negeri yang Hanya Terima 1 Siswa, bahkan tanpa Murid
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo, Dian Rineta, menjelaskan ada sejumlah alasan yang membuat sekolah itu minim peminat.
TRIBUNJAMBI.COM - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) biasanya menjadi momen berharga bagi siswa baru karena bisa mengenal lingkungan sekolah sekaligus mendapatkan teman.
Namun, situasi berbeda terjadi di SDN Kauman 27 Kota Solo, Jawa Tengah, yang hanya menerima satu siswa baru pada tahun ajaran 2025/2026.
Padahal, lokasi sekolah tersebut cukup strategis, berada di pusat kota.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo, Dian Rineta, menjelaskan ada sejumlah alasan yang membuat sekolah itu minim peminat.
Dian menyebut adanya perubahan pola pikir orang tua menjadi salah satu penyebab.
Menurutnya, sepuluh tahun lalu jumlah sekolah di Solo mencapai lebih dari 240, namun kini tersisa sekitar 120-an sekolah.
“Yang pertama yang lebih besar (pengaruhnya) adalah orang tua muda yang kami lihat seiring berjalannya waktu lebih memilih mengutamakan menyekolahkan anak di jenjang yang rendah ke sekolah-sekolah berbasis keagamaan,” urai Dian, dikutip dari TribunSolo.com.
Selain itu, lokasi SDN Kauman 27 yang cukup jauh dari permukiman juga dinilai berpengaruh.
Kawasan sekitar sekolah kini lebih banyak dipadati hotel, rumah sakit, dan pusat perbelanjaan.
Hal ini membuat warga cenderung pindah ke pinggiran kota, di mana sekolah-sekolah justru mengalami lonjakan jumlah siswa.
"Yang kedua di tengah Kota Surakarta kini ada pergeseran pemukiman menjadi hotel, rumah sakit, pertokoan, sehingga banyak pemukiman bergeser ke pinggir," jelas Dian.
"Dan kalau kita lihat SD-SD di pinggiran (kota) itu penuh, dan malah cenderung menolak-nolak (siswa)," lanjutnya.
SDN Kauman 27 sendiri berada di lingkungan Keraton Kasunanan Solo dan dikelilingi pusat niaga, dengan jarak pemukiman terdekat sekitar satu kilometer.
“Jadi yang di tengah kota itu tidak ada pemukiman yang cukup di sana. Itu juga menjadi salah satu (penyebab sekolah sepi peminat),” tambahnya.
Dian juga menyinggung faktor lain dari sisi internal sekolah, seperti branding dan promosi.
| Sosok Kaharuddin, Tokoh Muda Jambi Apresiasi Keberanian Jampidsus Berantas Korupsi |
|
|---|
| Saiful Mujani Dilaporkan Dugaan Makar, Mahfud MD Ingatkan Hukum Tak Jadi Alat Politik |
|
|---|
| Kronologi Mobil Kades Hoho di Banjarnegara Hangus Diteror Bom Molotov |
|
|---|
| BGN Tegaskan Angka 19.000 Sapi di Program MBG Hanya Ilustrasi |
|
|---|
| Perampok Bersenjata Sekap Ibu dan Anak di Pangalengan, Motor dan Perhiasan Raib |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/sd-tanpa-murid-dan-1-murid-di-jateng-16072025.jpg)