Israel vs Iran

Solusi Rusia terkait Nuklir Iran yang Dipersoalkan AS hingga IAEA: jadi Produk Komersial

Rusia menyampaikan bahwa Amerika Serikat (AS), Iran, dan IAEA telah memberikan tanggapan terhadap proposal mereka terkait nuklir Iran

Penulis: Mareza Sutan AJ | Editor: Mareza Sutan AJ
Ist
NUKLIR IRAN - Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dalam laporan terbarunya pada Juni 2025 menyebut Iran telah memiliki cukup uranium untuk membangun satu bom nuklir dalam hitungan minggu.  

Meski demikian, Ryabkov belum dapat memastikan apakah usulan ini akan dibahas lebih lanjut atau bagaimana format pembicaraannya.

"Karena masih belum jelas bagaimana dialog ini akan berlangsung, apakah akan berlangsung, dan jika ya, dalam format apa, kami belum mencapai detail pelaksanaan proses ini," katanya.

"Namun, semua pihak terkait telah menanggapi masalah ini dengan penuh perhatian, dan mungkin dapat kami katakan bahwa mereka memandangnya sebagai cerminan keseriusan upaya dan niat kami dalam hal ini," imbuhnya.

Sementara itu, sehari sebelumnya, Kamis (10/7/2025), Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menegaskan bahwa negaranya akan tetap melanjutkan pengayaan uranium yang, menurutnya, merupakan bagian penting dari kemampuan pertahanan dan strategi pencegahan Iran terhadap ancaman eksternal.

Dalam kesempatan terpisah, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menyatakan kesiapan negaranya untuk membantu memindahkan uranium yang telah diperkaya dari Iran, guna diproses lebih lanjut untuk keperluan damai.

Iran sendiri sempat menghentikan kerja sama pengawasan dengan IAEA setelah parlemen negara tersebut pada 26 Juni mengesahkan undang-undang yang menangguhkan kerja sama hingga adanya jaminan keamanan terhadap program nuklirnya.

Langkah Iran ini menyusul serangan Israel pada 13 Juni yang berlangsung selama 12 hari, dengan klaim sebagai upaya menggagalkan program nuklir Iran.

AS sebagai sekutu Israel, juga melancarkan serangan pada 22 Juni terhadap tiga fasilitas nuklir utama di Iran, yaitu di Isfahan, Natanz, dan Fordow.

Setelah konflik dengan Israel berakhir pada 24 Juni, Iran menuding IAEA sebagai pihak yang memicu serangan dengan laporan-laporan mereka mengenai aktivitas nuklir Iran.

Laporan IAEA yang dirilis pada 31 Mei menjadi dasar bagi Dewan Gubernur IAEA—yang terdiri dari 35 negara anggota—untuk mengeluarkan resolusi yang menyatakan bahwa Iran melanggar komitmen nonproliferasinya.

Kepala IAEA Rafael Grossi pun beberapa kali memberikan pernyataan yang dianggap Iran sebagai bentuk legitimasi terhadap laporan tersebut.

Meski begitu, Grossi membantah tuduhan Iran dan menegaskan bahwa IAEA tidak pernah bermaksud memberi justifikasi diplomatik terhadap aksi militer seperti yang dilakukan oleh Israel, sebagaimana dikutip oleh Al Arabiya.


(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Solusi Nuklir Iran, Rusia Ingin Olah Uranium Iran Jadi Produk Komersial

 

Baca juga: Dari 798 Jiwa Meninggal di Gaza, 615 di Lokasi Antre Bantuan Kemanusiaan

Baca juga: Apa itu Tarif Resiprokal yang Donald Trump Berlakukan 32 Persen untuk Indonesia?

Baca juga: Kakek Penjaja Mainan itu Tergeletak tak Bernyawa di Teras Ruko Kota Jambi Tadi Subuh

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved