Berita Internasional
KOMPAK 100 Ulama Muslim Sebut Donald Trump dan Netanyahu Musuh Tuhan, Nyatakan Iran Pemenang!
Sebuah deklarasi mengejutkan datang dari 100 ulama dan intelektual Muslim terkemuka dari seluruh penjuru dunia.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
KKOMPAK 100 Ulama Muslim Sebut Donald Trump dan Netanyahu Musuh Tuhan, Nyatakan Iran Pemenang!
TRIBUNJAMBI.COM – Sebuah deklarasi mengejutkan datang dari 100 ulama dan intelektual Muslim terkemuka dari seluruh penjuru dunia.
Dalam pernyataan bersama yang monumental, mereka secara eksplisit menyebut mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebagai "musuh yang memerangi Tuhan" dan "koruptor di muka bumi."
Pernyataan ini muncul sebagai respons keras terhadap gagasan pembunuhan Pemimpin Revolusi Islam Iran, Ayatollah Khamenei, yang sebelumnya diutarakan oleh Trump dan Netanyahu.
Para ulama, itu terdiri dari cendekiawan Syiah dan Sunni dari lebih dari 20 negara, termasuk Indonesia, Irak, Turki, Palestina, Pakistan, dan Amerika Serikat.
Mereka dengan lantang menyatakan dukungan penuh mereka terhadap kepemimpinan Ayatollah Sayyid Ali Khamenei.
Ulama itu memandang Khamenei sebagai "pemandu kebangkitan umat Islam dan pembawa panji-panji front kemuliaan Islam," yang dengan "kehati-hatian, keberanian, dan kebijaksanaan memimpin jalan menuju kehormatan, perlawanan, dan persatuan umat Islam."
Merujuk pada ayat-ayat Al-Qur'an, pernyataan tersebut secara tegas mengutuk tindakan Trump, Netanyahu, dan para pemimpin Israel lainnya.
Mereka dituding menyebarkan kerusakan, pertumpahan darah, pendudukan tanah-tanah Islam, pembantaian warga Palestina yang tertindas, serta kejahatan terhadap kemanusiaan.
Baca juga: Diam-Diam Iran Barter Rudal Canggih Cina dengan Minyak usai Gencatan Senjata Lawan Israel
Baca juga: KELABAKAN Kubu Dr. Tifa Cs Hadapi Kubu Jokowi, Minta Laporan Naik ke Penyidikan: Ada Apa?
Baca juga: TERUNGKAP Fakta Baru Kasus Judi Online Kominfo: Terdakwa Utama Ternyata Pengurus Projo!
Oleh karena itu, para ulama menegaskan bahwa "segala bentuk kompromi, normalisasi hubungan, atau kolaborasi dengan rezim pendudukan Zionis yang tidak sah dan kebijakan-kebijakan represif Amerika Serikat dilarang secara agama,".
Hal itu karena melanggar hak-hak rakyat Palestina dan negara-negara tertindas di kawasan.
Menyerukan Persatuan Umat dan Mengakui Kemenangan Iran
Seruan untuk bersatu menjadi poin sentral dalam deklarasi ini. Para ulama mendesak seluruh umat Islam dan elit intelektual dunia Islam untuk menyatukan sikap dan membentuk front persatuan guna melawan konspirasi AS, Israel, dan sekutu-sekutunya.
"Saat ini, lebih dari sebelumnya, Umat Islam membutuhkan persatuan, serta solidaritas intelektual, ... agama, dan politik," bunyi pernyataan tersebut.
Secara mengejutkan, pernyataan itu juga secara eksplisit mengakui kemenangan Republik Islam Iran yang "menentukan dan menyeluruh" dalam "perang 12 hari" yang dipaksakan oleh Israel.
Kemenangan ini, menurut para ulama, telah membuktikan bahwa era dominasi Amerika dan Israel yang tak tertandingi telah berakhir.
Perlu diingat bahwa pada 13 Juni, rezim Israel melancarkan agresi ilegal terhadap Iran, menyebabkan terbunuhnya banyak komandan senior, ilmuwan nuklir, dan warga sipil.
Iran membalas dengan cepat, kurang dari 24 jam kemudian, dengan rentetan rudal dan drone, diikuti serangkaian operasi balasan di bawah Janji Sejati III.
Situasi kian memanas ketika AS bergabung dalam konflik pada 22 Juni, menyerang tiga lokasi nuklir Iran atas nama Israel, yang dianggap sebagai pelanggaran hukum internasional yang terang-terangan.
Baca juga: 935 Warga Iran Tewas akibat Serangan Israel, termasuk 140 Perempuan dan Anak-Anak
Baca juga: ADA Oknum Polisi Datangi Keluarga Brigadir Nurhadi Pasca Kompol Yogi dan Ipda Haris Dipecat: Ditekan
Sebagai respons defensif, Iran melancarkan serangan rudal ke Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar, pangkalan udara militer AS terbesar di Asia Barat.
Akhirnya, rezim Israel yang terkepung terpaksa menerima secara sepihak kesepakatan gencatan senjata yang ditengahi AS pada 24 Juni.
Desakan Pengadilan Internasional dan Komitmen Palestina
Deklarasi para ulama ini juga menyerukan pembentukan segera pengadilan internasional independen untuk mengadili Trump, Netanyahu, dan pejabat kriminal Israel lainnya atas kejahatan mereka.
Isu Palestina dan Al-Quds yang suci tetap menjadi "di garis depan prioritas Umat Islam."
Para ulama menegaskan bahwa perjuangan yang sah akan terus berlanjut hingga "pembebasan Palestina sepenuhnya dan pemberantasan total entitas Zionis yang ganas."
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.