Pembunuhan di Rumah Kos Jambi
Misteri Pembunuhan Kopi Sianida Botolan di Jambi Terungkap, Anggi Lihat Korban Kejang Adegan ke-25
Selembar masker yang menutupi mulutnya, tak mampu menyembunyikan ekspresinya, saat rekonstruksi kasus pembunuhan berencana pakai kopi sianida dalam
Penulis: Rifani Halim | Editor: asto s
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sorot mata Anggi Febri Yandi (21) terlihat datar meski memakai baju tahanan bernomor 4.
Selembar masker yang menutupi mulutnya, tak mampu menyembunyikan ekspresinya, saat rekonstruksi kasus pembunuhan berencana pakai kopi sianida dalam botol di rumah indekos kawasan Payo Lebar, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi, Senin (30/6/2025).
Kasus pembunuhan Robi Hidayat (23) membuat heboh Jambi.
Dalam rekonstruksi pembunuhan di Jambi yang digelar Penyidik Polsek Jelutung, tersangka Anggi dihadirkan di lokasi kejadian.
Sejumlah saksi juga turut melakukan reka adegan, disaksikan pengacara dan jaksa.
Kapolsek Jelutung, Iptu M Chairul Umam, menuturkan rekonstruksi tersebut memperagakan 29 adegan yang melibatkan tersangka dan korban.
"Dari rangkaian adegan tersebut, terlihat jelas bagaimana tersangka merencanakan dan melakukan tindak pembunuhan," kata Chairul Umam.
Berdasarkan keterangan yang diberikan, kata Chairul Umam, tidak ada perubahan dari pengakuan Anggi.
Awalnya, Anggi memanggil Robi agar datang ke indekos, melalui pesan di media sosial Instagram.
Undangan itu dipenuhi.
Setibanya di lokasi, Robi langsung masuk ke kamar. Keduanya sempat bermesraan.
Baca juga: 7 Bulan Buron, Tersangka Pembunuhan di Kerinci Jambi Akui Bekerja di Rumah Makan di Malaysia
Tersangka Anggi lalu mengambil cairan Kalium sianida, yang sebelumnya telah dibagi dua dan disimpan dalam plastik bening.
Sebelumnya, Anggi membeli paket sianida melalui toko online.
Pada adegan ke-11, Anggi mencampurkan cairan beracun itu ke dalam botol kopi milik Robi.
Pada adegan selanjutnya, Robi meminum kopi tersebut.
Sebelumnya, dia sempat menanyakan soal keinginan untuk berhubungan intim dan Anggi menawarkan obat kuat, yang ternyata adalah cairan sianida.
Pada adegan ke-25 terungkap, Anggi memberikan suatu minuman yang dicampur sesuatu yang disebut sebagai obat kuat.
Saat Robi sedang meminum kopi bercampur sianida itu, Anggi memberikan "pelayanan" terhadap Robi.
Akhirnya, Robi meminum kopi tersebut hingga habis.
Sekira 20 menit kemudian, Robi mulai menunjukkan gejala keracunan. Tubuhnya kejang, mengeluarkan air seni, dan terdengar suara dengkuran.
Melihat kondisi itu, Anggi sempat memberikan segelas air putih lalu mencuci botol bekas kopi di kamar mandi.
Kemudian, dia kemudian turun ke lantai dasar, meminta bantuan dua penghuni indekos lainnya.
Dia mengajak kedua penghuni indekos itu naik ke kamar.
Mereka dan mendapati Robi dalam kondisi kejang.
Saat itu, Anggi mengatakan ke dua penghuni kos itu bahwa Robi mengalami keracunan makanan.
Setelah itu, pemilik kos berinisial EL datang dan mengecek denyut nadi korban.
"Saya cek denyut nadinya, masih hidup,” kata EL saat rekonstruksi.
Sementara dua penghuni kos lain segera memanggil ambulans.
Tubuh Robi kemudian dibawa turun dari lantai dua, lalu diletakkan di teras indekos.
Posisi kepala berada di pangkuan Anggi.
Saat ambulans tiba, korban langsung dievakuasi ke rumah sakit.
Buang Sisa Cairan Sianida
Setelah Robi dibawa pakai ambulans, Anggi kembali ke kamar dan membuang sisa cairan sianida ke dalam kloset.
Racun yang dibuang itu sebelumnya disimpan di dalam tas milik pelaku.
Hasil Pemeriksaan Laboratorium
Hasil uji laboratorium forensik di Palembang memastikan bahwa racun yang digunakan Anggi untuk menghabisai Robi merupakan Kalium CN atau sianida.
"Alhamdulillah, hasilnya sudah keluar. Dan dari laboratorium Palembang, hasilnya menunjukkan sama dengan yang ditemukan dalam botol minuman, yaitu Kalium CN atau sianida," ujar Chairul Umam.
Untuk memastikan kandungan racun tersebut, sebelumnya tim forensik telah mengambil sejumlah organ tubuh korban (Robi) guna diuji di laboratorium.
"Organ yang diambil untuk pemeriksaan ada lima, yaitu otak, lambung, darah, urin, dan hati. Dari pemeriksaan itulah ditemukan adanya kandungan kalium sianida," jelasnya.

Sianida untuk meracuni Robi Hidayat ternyata dibeli oleh tersangka melalui toko online.
Baru Empat Hari
Saksi sekaligus pemilik indekos, EL, mengatakan bahwa Anggi merupakan penghuni baru di rumah indekos tersebut, baru empat hari.
Pada hari pertama menempati kamar, EL menuturkan Anggi mengeluh karena kamar lamanya yang panas dan fasilitas kamar mandi di luar ruangan.
Saat EL menanyakan soal sumber uang untuk membayar sewa kamar, Anggi mengaku memiliki bisnis online.
"Katanya dia bisnis online, punya toko sendiri, ada anak buah juga. Katanya tinggal transfer-transfer saja," ujar EL saat ditemui Tribun Jambi.
Biaya sewa kamar indekos sebesar Rp900 ribu per bulan.
Kepada EL, Anggi sempat menuturkan menyewa tempat lain sebelum akhirnya pindah karena alasan biaya.
“Waktu saya tanya KTP-nya, katanya dari Tembilahan (Riau). Tapi ada juga yang bilang Pulau Kijang. Kami kurang tahu pasti. Tapi, dia baru tinggal di sini,” jelasnya.
Terkait kabar penemuan mayat saat itu, EL membantah jasad ditemukan di dalam kamar kos. Menurutnya, kejadian justru terjadi di luar kamar.
“Orang jadi ramai ke sini karena dibilang mayat ditemukan di kos. Padahal bukan ditemukan di kamar. Kalau memang meninggalnya di sini, saya terima. Tapi nyatanya bukan,” ujarnya.
Selama tinggal di kos, Robi dikenal tidak banyak berinteraksi. Dia juga tidak menunjukkan perilaku mencurigakan, karena merupakan penghuni baru.
“Enggak pernah bawa cewek, enggak pernah bawa kawan. Kalau ditanya pun sopan. Diam-diam saja orangnya,” ujarnya.
Paket Datang
Sebelum peristiwa pembunuhan berencana terjadi, Anggi membeli racun sianida melalui toko online.
Soal paket yang diterima, EL mengaku memang sering melihat kurir datang. Namun, dia tidak tahu isi barangnya.
“Biasanya paket datang siang. Tapi hari itu saya sedang urut, jadi enggak lihat. Katanya paket datang sekitar jam 10 pagi,” sebutnya
Ia juga sempat mendengar teriakan minta tolong dari arah kamar. Saat itulah pelaku meminta pertolongan ke penghuni lain dan dibawa ke teras rumah.
"Ada yang teriak, tolong, Kak. Waktu itu saya masih di rumah habis salat," katanya. (rifani halim)
Baca juga: SMPN 23 Kota Jambi Hanya Dapat 13 Pendaftar, Jauh di Bawah Kuota 256 Siswa
Baca juga: 4 Tempat Wisata Gratis di Kota Jambi yang Wajib Dikunjungi Saat Liburan
Babak Baru Kasus 'Sianida' di Jambi, Polsek Jelutung Serahkan Berkas ke Kejaksaan |
![]() |
---|
Berkas Lengkap, Tersangka Kasus Pembunuhan Sianida di Jambi Segera Disidang |
![]() |
---|
TERUNGKAP di Rekonstruksi, Begini Cara Anggi Racuni Pacar Sesama Jenis Usai Berhubungan |
![]() |
---|
Pemilik Kos Ungkap Anggi Baru 4 Hari Tinggal sebelum Bunuh Pasangan Sesama Jenis di Jambi |
![]() |
---|
Anggi Mencuci Botol Kopi Sianida, Terungkap di Rekonstruksi Pembunuhan Kekasih Sesama Jenis di Jambi |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.