Berita Jambi

SMPN 23 Kota Jambi Hanya Dapat 13 Pendaftar, Jauh di Bawah Kuota 256 Siswa

SMPN 23 Kota Jambi mengalami kekurangan peserta didik baru. Hingga hari terakhir masa pendaftaran melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), tercata

TRIBUN TIMUR/SANOVRA
ILUSTRASI - SMPN 23 Kota Jambi Hanya Dapat 13 Pendaftar, Jauh di Bawah Kuota 256 Siswa 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – SMPN 23 Kota Jambi mengalami kekurangan peserta didik baru.

Hingga hari terakhir masa pendaftaran melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), tercatat hanya 13 siswa yang mendaftar.

Padahal, pada tahun ajaran 2025/2026 ini, SMPN 23 Kota Jambi menyediakan kuota sebanyak 256 siswa.

Kepala SMPN 23 Kota Jambi, Ferry, mengungkapkan minimnya pendaftar disebabkan oleh semakin sedikitnya jumlah anak usia sekolah di wilayah tersebut.

Hal ini diperkuat dengan ditutupnya salah satu Sekolah Dasar (SD) di sekitar SMPN 23 Kota Jambi.

Baca juga: Sudah 74 Hari, Tersangka Kasus Asusila Santri di Tanjabbar Tak Kunjung Dilimpahkan ke Jaksa

“Ada satu SD sudah tutup. Itu menandakan anak usia SD sedikit. Saat ini hanya tersisa SD 17 yang masih beroperasi, dengan jumlah siswa sekitar 20–25 orang,” jelas Ferry, Selasa (1/7/2025).

Saat ini, SMPN 23 Kota Jambi yang berlokasi di Jalan Raden Fatah, Sejinjang, Kecamatan Jambi Timur, masih membuka pendaftaran secara offline bagi calon peserta didik baru.

Sekolah ini menyediakan delapan rombongan belajar (rombel) untuk siswa baru.

“Kami masih menerima pendaftaran offline, kalau ada siswa yang tidak terjaring di sekolah negeri lainnya,” katanya.

Berbeda dengan SMPN 23, SMPN 17 Kota Jambi justru mengalami kelebihan pendaftar.

Total ada 454 calon peserta didik baru yang mendaftar melalui SPMB, padahal kuota hanya tersedia untuk 288 siswa atau sembilan rombel.

“Total pendaftar 454 siswa. Yang terverifikasi 313, dan sebanyak 154 ditolak karena tidak sesuai juknis. Hasil seleksi pada 28 Juni menetapkan 288 siswa yang diterima sesuai kuota,” jelas Kepala SMPN 17 Kota Jambi, Nurul, pada Senin (30/6/2025).

“Sudah pasti kelebihan. Untuk yang tidak terjaring, kami kembalikan ke orang tuanya,” tambahnya.

Nurul menyebut, saat ini masih dibuka masa sanggah bagi orang tua siswa yang ingin mengajukan keberatan terhadap hasil seleksi.

“Alhamdulillah, sampai sekarang belum ada yang menyanggah,” sebutnya.

Lebih lanjut, Nurul mengatakan bahwa pengumuman resmi penerimaan akan dilaksanakan pada 4 Juli 2025.

Selanjutnya, pendaftaran ulang siswa baru dilaksanakan pada 7–8 Juli 2025.

“Dan dilanjutkan dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 9–11 Juli nanti,” jelasnya.

Baca juga: Rakor KKPA 2025, Pemkab Tebo Dorong Pembentukan TKPPOM

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved