Berita Internasional

40 RUDAL Mematikan Iran Meluncur ke Israel: Serangan Balasan dan Peringatan Piagam PBB

Korps Garda Revolusi Iran menyatakan telah meluncurkan 40 rudal ke wilayah Israel sebagai balasan atas serangan Amerika ke situs nuklir Iran. 

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Kolase Tribun Jambi
Korps Garda Revolusi Iran menyatakan telah meluncurkan 40 rudal ke wilayah Israel sebagai balasan atas serangan Amerika ke situs nuklir Iran.  Sebagian rudal yang diluncurkan adalah rudal terbesar Iran, Khorramshahr-4. 

Sesuai dengan piagam PBB dan ketentuan-ketentuannya Iran memiliki hak untuk membela diri, Iran akan gunakan semua pilihan untuk mempertahankan keamanan, kepentingan nasional, dan rakyat,"

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghci pernah mengingatkan akan sangat berbahaya bagi semua pihak jika Amerika Serikat bergabung dalam agresi Israel

Kementerian Luar Negeri Iran juga mengklaim Amerika Serikat berada di tengah-tengah proses diplomatik yang mengkhianati diplomasi. 

"Seperti yang diketahui semua orang, kami berada di tengah-tengah negosiasi dengan Amerika Serikat dan kami seharusnya bertemu untuk putaran keenam pada tanggal 15 Juni.  Lalu Israel tiba-tiba memutuskan untuk menyerang kami pada tanggal 13,"

Baca juga: TEMUAN YKKMP Pasca Kontak Tembak TNI Vs TNI di Yahukimo: Selongsong Hingga Bukti Korban Tewas

"Hanya dua hari sebelum negosiasi. Jelaslah bahwa mereka menentang diplomasi. Jelaslah bahwa mereka tidak menginginkan penyelesaian damai atas masalah ini," ujarnya.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengonfirmasi serangan terhadap tiga situs nuklir Iran di Ford Natans dan Isfahan. 

Presiden Trump mengatakan serangan mendatang terhadap Iran akan jauh lebih besar jika tidak ada kesepakatan damai. 

Trump juga berterima kasih kepada Perdana Menteri Israel Benyamin Tanyahu karena sudah bekerja sama sebagai tim.

"Malam ini saya melaporkan kepada dunia bawha serangan itu keberhasilan militer yang spektakuler. Fasilitas pengayaan nuklir utama Iran telah hancur total," klaim Donald Trump.

"Iran, pengganggu Timur Tengah, harus berdamai sekarang. Jika tidak, serangan di masa mendatang akan jauh lebih besar dan lebih mudah,"

"​​Saya ingin mengucapkan terima kasih dan selamat kepada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Kami bekerja sebagai tim seperti yang pernah kami lakukan sebelumnya," tegasnya.

Perdana Menteri Israel Benjamin Tanyahu merespon selangkah Amerika Serikat yang ikut menyerang Iran sebagai keputusan berani. 

Netanyahu menyinggung Trump menunjukkan kekuatan yang dinilainya bisa mengubah sejarah. 

"Selamat, Presiden Trump. Keputusan berani anda mentargetkan fasilitas nuklir Iran dengan kekuatas AS yang luar biasa dan benar akan mengubah sejarah," ujarnya.

Benjamin Netanyahu mengatakan Amerika Serikat telah melakukan apa yang negara lain di muka bumi ini lakukan.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved