Berita Viral
ERA BARU Pendidikan di Jabar: Dedi Mulyadi Terapkan Sekolah Pagi, PR Dihapus Total, Kembangkan Diri
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi membuat gebrakan baru yang akan mengubah sistem pendidikan di Jawa Barat.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Pasal ini secara tegas melarang pelibatan anak-anak dalam kegiatan militer.
"Sebetulnya salah satu pasal yang kami masukkan itu di Undang-Undang Perlindungan Anak, di Pasal 76 H itu kan jelas-jelas melarang pelibatan anak-anak untuk kegiatan militer," tegas Adhel.
Menurut Adhel, program pengiriman siswa ke barak militer ini tidak hanya bertentangan dengan aturan hukum.
Tetapi juga mengandung unsur militerisasi yang tidak sesuai bagi anak-anak.
"Itu pidana. Ancaman hukumannya lima tahun. Ini kan sudah bau-bau militer dan melibatkan anak-anak," ujarnya dengan nada prihatin.
Ketika ditanya mengenai keluhan dari siswa, Adhel menjelaskan bahwa fokus utama laporannya adalah pembuktian unsur pidana dalam kebijakan tersebut, bukan keluhan individu siswa.
Adhel berharap dalam seminggu ini akan ada informasi dari Bareskrim untuk melakukan gelar perkara.
Gelar perkara yang akan menentukan langkah-langkah selanjutnya, termasuk kelengkapan bukti yang diperlukan.
Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News
Baca juga: Rayakan Idul Adha, Wabup Katamso Gelar Open House di Kuala Tungkal Jambi
Baca juga: Prediksi Skor Latvia vs Azerbaijan , Cek Head to Head dan Statistik Tim, Kick off 20.00 WIB
Baca juga: REAKSI Dedi Mulyadi Usai Dipolisikan soal Barak Militer: Kritik Bully Nyinyir Hadapi dengan Rileks
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.