Berita Viral
ERA BARU Pendidikan di Jabar: Dedi Mulyadi Terapkan Sekolah Pagi, PR Dihapus Total, Kembangkan Diri
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi membuat gebrakan baru yang akan mengubah sistem pendidikan di Jawa Barat.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
TRIBUNJAMBI.COM - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi membuat gebrakan baru yang akan mengubah sistem pendidikan di Jawa Barat.
Gebrakan itu berlaku mulai tahun ajaran 2025/2026.
Siswa sekolah di seluruh Jawa Barat tidak akan lagi dibebani pekerjaan rumah (PR).
Kebijakan inovatif Dedi Mulyadi ini adalah bagian dari upaya Pemprov Jabar untuk membentuk generasi muda yang lebih produktif dan berkarakter.
Seiring dengan perubahan waktu masuk sekolah yang dimajukan menjadi pukul 06.30 WIB.
"Anak-anak tidak boleh berada di luar rumah lebih dari pukul 21.00 tanpa pendampingan atau keperluan mendesak yang disertai izin dari orang tua."
"Maka dari itu, Pemda Provinsi Jawa Barat berencana menghapus pekerjaan rumah bagi siswa," ujar Dedi Mulyadi saat memberikan pernyataan di Kota Bandung.
Membangun Karakter di Luar Kelas
Dedi Mulyadi menjelaskan kebijakan penghapusan PR ini merupakan kompensasi dari libur akhir pekan.
Baca juga: Profil Adhel Setiawan, Wali Murid Seret Dedi Mulyadi ke Bareskrim Polri, Sosoknya Sempat Viral
Baca juga: REAKSI Dedi Mulyadi Usai Dipolisikan soal Barak Militer: Kritik Bully Nyinyir Hadapi dengan Rileks
Baca juga: Detik-detik Mencekam di Tugu Juang: Begal Area Sensitif Wanita Beraksi, Rekaman CCTV Jadi Kunci!
Serta keyakinannya bahwa memulai aktivitas lebih pagi akan membawa manfaat besar.
"Ini mulai diberlakukan pada tahun ajaran baru. Masuk sekolah pukul 06.30 adalah bentuk kompensasi dari Sabtu dan Minggu yang libur. Jadi lebih baik dimulai lebih pagi," tegasnya.
Gubernur juga menekankan bahwa seluruh tugas sekolah harus diselesaikan di lingkungan sekolah.
Dengan demikian, siswa diharapkan tidak lagi membawa beban akademik ke rumah.
"Semua tugas dikerjakan di sekolah, tidak dibawa pulang. Di rumah, anak-anak harus bisa rileks, membaca buku, berolahraga, atau membantu orang tua," tutur Dedi Mulyadi penuh keyakinan.
Dia mendorong siswa untuk memanfaatkan waktu di rumah dengan kegiatan yang bermanfaat dan membangun keterampilan hidup.
Aktivitas seperti les musik, belajar bahasa asing, hingga membantu pekerjaan rumah tangga seperti membereskan rumah, mencuci piring, memasak, dan mengepel, disebut KDM bisa menjadi alternatif yang baik.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.