Polemik di Papua

‘Hentikan Konflik di Tanah Ini!’ Geram Majelis Rakyat se-Papua ke TNI-Polri dan KKB

Seruan lantang dan penuh emosi menggema dari Nabire pada Selasa (27/5/2025) malam untuk TNI-Polri dan KKB Papua. 

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Ist
HENTIKAN: Seruan lantang dan penuh emosi menggema dari Nabire pada Selasa (27/5/2025) malam untuk TNI-Polri dan KKB Papua.  

‘Hentikan Konflik di Tanah Ini!’ Seruan Majelis Rakyat se-Papua untuk TNI-Polri dan KKB

TRIBUNJAMBI.COM - Seruan lantang dan penuh emosi menggema dari Nabire pada Selasa (27/5/2025) malam untuk TNI-Polri dan KKB Papua

Seruan tersebut dalam penutupan rapat kerja dua hari, Majelis Rakyat Papua (MRP) se-Tanah Papua.

Dalam kegiatan itu menyampaikan pesan moral yang menggetarkan.

Pesan moral itu yakni untuk menghentikan pertumpahan darah di Bumi Cenderawasih.

Pertemuan yang dihadiri para perwakilan MRP dari seluruh provinsi di Tanah Papua ini bukan sekadar agenda rutin. 

Di tengah ketegangan yang terus berulang antara aparat TNI-Polri dan KK Papua, forum adat tertinggi ini mengambil posisi tegas.

Mereka menyerukan damai tanpa syarat.

"Tetapkanlah hatimu di Tanah Papua, maka engkau akan tahu, dia bukan sekadar bumi yang hijau. Ini adalah rumah, ibu, dan nafas bagi jutaan jiwa," tegas Ketua MRP Papua Barat, Junson Ferdinandus Suabra, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Asosiasi MRP Se-Tanah Papua.

Baca juga: KKB Papua Klaim Serang Militer dan Temukan Ranjau di Jalan Sipil, Warga Terjebak di Zona Bahaya

Baca juga: Prabowo Subianto Catat Sejarah di Papua Barat Daya, Presiden Pertama yang Beri Kurban untuk Warga

Dalam sambutannya yang menyentuh, Junson berbicara bukan sebagai pejabat, melainkan sebagai anak dari tanah yang luka. 

Dia meminta semua pihak menjaga Papua bukan karena aturan, tetapi karena cinta. 

Melindungi rakyatnya bukan karena kewajiban, tetapi karena rasa sayang.

“Papua bukan hanya wilayah. Ia adalah kehidupan yang harus dijaga dengan hati yang tulus,” tambahnya.

Rekomendasi Tegas: Dialog, Perlindungan, dan Penanganan Konflik

Rapat kerja yang berlangsung pada 26–27 Mei 2025 itu menghasilkan sepuluh poin rekomendasi penting.

Salah satunya yang paling mencolok: desakan kepada TNI-Polri dan TNPB-OPM atau yang lebih dikenal dengan sebutan KKB Papua, untuk segera mengakhiri konflik bersenjata di Papua.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved