Polemik di Papua
Klaim Balik KKB Papua: Tudingan TNI Dibantah, Tewasnya Hetina Disebut Korban Operasi Senyap
Narasi saling tuding antara militer dan KKB Papua kembali mencuat. Kali ini, Komando Pusat TPNPB-OPM bantah tudingan TNI.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
TRIBUNJAMBI.COM - Narasi saling tuding antara aparat militer dan kelompok bersenjata di Papua atau KKB Papua kembali mencuat.
Kali ini, Komando Pusat Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat–Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), secara tegas membantah tuduhan TNI.
Tuduhan itu terkait pihaknya berada di balik penembakan seorang perempuan bernama Hetina Mirip di Intan Jaya.
Pernyataan ini disampaikan oleh Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom.
Dia memberikan pernyataan itu ebagai respons terhadap klaim Kapuspen TNI Mayjen Kristomei Sianturi.
Mayjen Kristomei Sianturi sebelumnya menuding keterlibatan OPM dalam insiden tersebut.
Menurut Sebby, Hetina Mirip bukan korban kekerasan oleh KKB Papua.
Melainkan meninggal dunia saat terjadi operasi senyap militer di Distrik Hitadipa pada 13 Mei 2025.
Baca juga: MODUS Baru Serangan KKB Papua: Diduga Gunakan Jasa Ojek untuk Perangkap Korban, Luka Bacok di Kepala
Baca juga: Ratusan Amunisi dan Senpi Eks TNI untuk KKB Papua Diserahkan ke Jaksa, Yuni Enumbi Segera Diadili
“Sebagaimana yang dialami oleh warga sipil lainnya di Distrik Hitadipa dan Sugapa,” kata Sebby melalui keterangan tertulis yang diterima pada Selasa (27/5/2025).
Sebby juga menegaskan bahwa sebelum operasi militer berlangsung, Hetina masih beraktivitas di kampung halamannya, meskipun dalam kondisi mengalami gangguan kejiwaan (ODGJ).
Bantahan ini semakin diperkuat dengan klaim bahwa tidak ada 18 anggota KKB Papua yang menjadi korban dalam operasi militer seperti yang disebut oleh pihak TNI.
“Hanya lima orang yang tewas, tiga gugur dan dua masih hidup. Korban lainnya adalah warga sipil, termasuk Hetina,” klaim Sebby.
KKB Papua pun menyerukan agar lembaga-lembaga kemanusiaan baik lokal, nasional, maupun internasional turun tangan untuk melakukan investigasi independen atas kematian Hetina Mirip.
Menurut mereka, hal ini diperlukan untuk mengungkap fakta lapangan yang sesungguhnya, bukan versi sepihak dari militer.
Pernyataan ini menambah daftar panjang konflik narasi antara TNI dan KKB Papua dalam menyampaikan versi masing-masing terkait eskalasi kekerasan di wilayah Papua.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.