Berita Viral
Benarkah Susu Bantu Tinggi Anak? Begini Penjelasan Dokter soal Klaim Kepala BGN
Sebuah pernyataan mengejutkan datang dari Kepala BGN Dadan Hindayana, yang membagikan "rahasia" pertumbuhan tinggi badan dua putranya.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Di periode inilah tubuh paling responsif terhadap asupan gizi mikro seperti kalsium, zat besi, vitamin D, dan C.
“Susu pertumbuhan yang difortifikasi dengan zat gizi mikro terbukti melalui penelitian di Indonesia dapat meningkatkan pertumbuhan fisik balita secara signifikan,” jelasnya.
Meski begitu, Ray kembali menegaskan bahwa susu harus dilihat sebagai pelengkap, bukan makanan utama.
Baca juga: Makan Bergizi Gratis Hari Kedua di Kota Jambi Tanpa Susu
“Saat anak sudah MPASI, makanan seimbang harus menjadi fondasi gizi mereka,” kata dia.
Asupan Berlebihan Bisa Berdampak Negatif
Alih-alih mengagungkan susu dalam jumlah besar, Ray mengingatkan akan risiko asupan berlebih.
Kebutuhan kalsium harian anak usia 4–9 tahun hanyalah sekitar 1.000 mg, dan naik menjadi 1.200 mg saat memasuki usia 10–18 tahun.
Jumlah ini bisa dipenuhi dari berbagai sumber makanan, tidak harus dari susu dalam takaran ekstrem.
Pernyataan Dadan memang mencuri perhatian, tetapi para ahli seperti Dr. Ray menekankan pentingnya melihat pertumbuhan sebagai hasil dari kombinasi banyak faktor.
Susu berperan, namun tidak bisa berdiri sendiri.
Jadi, jika Anda berharap anak tumbuh tinggi hanya dengan menenggak susu berliter-liter, ada baiknya berpikir ulang dan mulai membangun pola makan sehat yang lebih menyeluruh.
Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News
Baca juga: DIPECAT Dua Perawat Usai Nekat Live TikTok Tunjukkan Sedang Jahit Tubuh Pasien Operasi Caesar
Baca juga: Ditinggal Kawannya Kabur, Maling Motor di Medan Berujung Dimassa
Baca juga: Kode Redeem FF Free Fire Hari Ini Kamis 29 Mei 2025, Tukar di Reward.ff.garena ada Diamond Full
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.