Berita Sarolangun

Viral Pria di Sarolangun Jambi Tantang Aparat, Diduga Dipicu Konflik Minyak Ilegal

Sebuah video yang menampilkan seorang pria Jambi menantang aparat keamanan TNI-Polri dan melontarkan pernyataan keras terhadap Presiden viral.

Penulis: Hasbi Sabirin | Editor: Nurlailis
Instagram
TANTANG TNI-POLRI: Sosok seorang pria dari Sarolangun Jambi bikin geger dunia maya. Dalam video yang viral di sosial media, dia terekam dengan lantang menantang aparat TNI-Polri. Bahkan, dia menyebut nama Presiden Prabowo Subianto dengan sebutan hewan 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Sebuah video yang menampilkan seorang pria Jambi menantang aparat keamanan TNI-Polri dan melontarkan pernyataan keras terhadap Presiden viral di media sosial. 

Peristiwa itu terjadi di Desa Lubuk Napal, Kecamatan Pauh, Kabupaten Sarolangun, Jambi, dan diduga berkaitan dengan konflik pengelolaan sumur minyak ilegal.

Dalam video yang beredar luas, pria yang diketahui bernama Supatman, warga Desa Danau Serdang, Kecamatan Pauh, Sarolangun, terdengar lantang menantang aparat keamanan. 

Baca juga: Kejutan Panen Melimpah di Sarolangun Jambi, BRI Bagikan Mobil hingga Motor dalam Undian Simpedes

"Panggil sama saya siapa aja, TNI, Polri, hah itu, panggil semua, ini masyarakat," ujarnya dengan nada tinggi, seolah menantang.

Usut punya usut, konflik ini bermula dari perselisihan antara Supatman dan sekelompok orang yang mengatasnamakan Koperasi Batanghari Sumber Energi (BSE) dari Kabupaten Batanghari.

Pihak koperasi diduga mencoba mengakuisisi minyak ilegal dari lokasi pengeboran yang dikuasai Supatman dengan harga yang jauh di bawah pasaran, memicu amarah warga setempat.

Hingga kini aktivitas sumur minyak ilegal di lokasi kejadian menjadi sorotan tajam.

Kepala Desa Danau Serdang, Busin, membenarkan kejadian tersebut dan mengungkapkan bahwa ia menyaksikan langsung ketegangan di lokasi. 

Baca juga: Spesialis Curanmor Sarolangun Jambi Tertangkap, 13 Motor Disita

Ia menjelaskan bahwa pihak koperasi BSE sempat meminta izin untuk masuk dan membuka gudang di lokasi pengeboran, namun ia menekankan pentingnya legalitas dan sosialisasi kepada masyarakat.

"Saya bilang, jika legalitasnya lengkap tidak apa-apa, namun harus temui pihak kabupaten terlebih dahulu, karena kami di desa perpanjangan tangan pemerintah paling kecil," ujar Busin.

Selain itu, jika benar-benar melakukan pembukaan gudang di lokasi itu, harus dilakukan sosialisasi terlebih dahulu pada masyarakat. 

"Saya tidak mau ujug-ujug langsung tegak, dikhawatirkan asumsi masyarakat saya mendapatkan keuntungan dari situ," ujarnya. 

Situasi semakin memanas ketika mediasi yang diupayakan gagal, dan warga mulai emosi. 

Baca juga: Pria di Sarolangun Jambi Viral Tantang TNI-Polri Hingga Sebut Presiden Prabowo dengan Kalimat Kasar

Busin, yang berusaha meredakan situasi, mengaku ditelepon oleh pihak koperasi untuk melerai keributan.

"Sekarang pelaku diproses di Polres Sarolangun, pihak BSE juga akan dipanggil," ungkap Busin. 

"Koperasi ini baru sekali masuk di lokasi kejadian, meresahkan masyarakat karena koperasi membeli minyak masyarakat terlalu murah," tutupnya. 

Update berita Tribun Jambi di Google News

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved