Sedang Ujian, SLB di Bandung Malah Dibongkar, Kabarnya untuk Sekolah Rakyat

Sedang ujian kenaikan kelas, beberapa ruang kelas di Gedung C dan D Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Pajajaran, Kota Bandung, malah dibongkar.

Editor: Suci Rahayu PK
Kompas.com/Faqih Rohman Syafei
Kondisi beberapa ruang kelas di Gedung C dan D Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Pajajaran, Kota Bandung yang sudah dibongkar untuk dijadikan Sekolah Rakyat, Jumat (16/5/2025). 

TRIBUNJAMBI.COM- Sedang ujian kenaikan kelas, beberapa ruang kelas di Gedung C dan D Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Pajajaran, Kota Bandung, malah dibongkar.

Pembongkaran ini dilakukan pada Rabu (15/5/2025).

Pembongkaran ruang kelas di SLB Negeri Pajajaran ini dilakukan untuk mengalihkan fungsi ruang tersebut menjadi Sekolah Rakyat.

Surat pemberitahuan terkakit pembongkaran ruang kelas ini sudah diterima Wakil Ketua Komite Orangtua SLB Negeri Pajajaran, Tri Bagyo, pada 15 Mei 2025.

Kata dia, pada surat tertanggal 2 Mei, surat pemberitahuan dikirimkan, dan pada tanggal 15 Mei, ruang kelas harus sudah kosong.

"Kami minta kami melayangkan surat lewat kepala sekolah penangguhan. Menurut lisan dijawab boleh sampai tanggal 23 tapi lewat WA (aplikasi WhatsApp)," tambahnya. 

Namun pembongkaran yang dilakukan lebih cepat dari yang dijanjikan.

"Kami kaget. Dalam waktu yang mendesak, kami harus mengosongkan. Anak-anak sedang ujian, kami tidak tahu harus belajar di mana," kata Tri.

Baca juga: Rindu Istri, Anak dan Bosan Hidup di Hutan Jadi Alasan Komandan KKB Papua Pulang ke Pangkuan NKRI

Baca juga: KKB Papua Akui Tembak 2 Polisi di Puncak Jaya: Balasan Bumiwalo Enumbi Tewas Ditembak Militer

Pembongkaran tersebut mengganggu kegiatan belajar mengajar (KBM) di SLB Negeri Pajajaran yang memiliki 111 siswa. 

Gedung C dan D terdiri dari sembilan ruang kelas yang digunakan untuk tingkat SD, SMP, dan SMA, serta siswa dengan disabilitas ganda.

Akibat pembongkaran, hanya tersisa tiga ruang kelas di Gedung A, yang membuat KBM tidak dapat berjalan efektif.

 "Kalau satu ruangan ada tiga guru mengajar, itu berisik, sering terjadi miskomunikasi," tambah Tri. 

Sebagai solusi sementara, Tri menyatakan bahwa para siswa terpaksa akan dipindahkan ke SLB Cicendo mulai Senin (19/5/2025).

Namun tak diketahui sampai kapan kondisi ini akan berlangusng. Karena tak ada kepastian dari Kemensos.

"Yang ditawarkan malah yang ke Cicendo, itu malah kita enggak tahu sampai kapan karena tidak ada garansi setelah ini selesai," ucapnya.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved