Polemik di Papua

"Jangan Bunuh Sembarangan, Mereka Hanya Cari Makan" Lenis Kogoya Desak KKB Papua Hentikan Kekerasan

Lenis Kogoya mendesak agar Kelompok Kriminal Bersenjata di Papua atau KKB Papua agar menghentikan tindakan kekerasan.

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Kompas.com
KECAM AKSI KEKERASAN: Staf Khusus Menteri Pertahanan (Menhan) bidang Kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Lenis Kogoya di Gedung Kementerian Pertahanan, Jakarta, Kamis (8/5/2025). Lenis Kogoya mendesak agar Kelompok Kriminal Bersenjata di Papua atau KKB Papua agar menghentikan tindakan kekerasan. (Foto: Kompas.com) 

Rapat Koordinasi Lintas Kementerian Akan Digelar
Saat ini, skema IPR bagi masyarakat Papua masih dalam tahap pembahasan. 

Lenis Kogoya menargetkan dalam waktu dekat akan dilakukan rapat koordinasi lintas kementerian guna mempercepat proses legalisasi tersebut.

Baca juga: Ternyata Sosok Pentolan KKB Papua yang Gabung Eks Polisi Aske Mabel Terlibat Penembakan Britu Iqbal

"Belum jalan, nanti mau kami rapatkan. Saya akan undang mereka, nanti kementerian juga akan undang," ujarnya menutup pernyataan.

Melihat Papua Lebih Manusiawi

Pernyataan Lenis Kogoya menjadi pengingat bahwa konflik bersenjata tidak seharusnya menyasar warga sipil yang hanya ingin hidup layak. 

Mereka bukan aktor politik, bukan bagian dari aparat, melainkan rakyat kecil yang menggantungkan harapan pada butiran emas di sungai-sungai Papua.

Jika kekerasan terus terjadi, yang jadi korban adalah mereka yang paling lemah. 

Karena itu, solusi yang diusulkan Lenis bisa menjadi jalan tengah antara keamanan, kemanusiaan, dan pembangunan Papua yang inklusif.

"Mereka cari makan. Jangan bunuh sembarangan." Sebuah pesan sederhana, namun mengandung makna mendalam untuk semua pihak yang ingin melihat Papua damai dan sejahtera.

Diberitakan sebelumnya, tragedi kemanusiaan di Yahukimo, Papua Pegunungan, semakin memprihatinkan. 

Hingga Minggu (13/4/2025), sebanyak 13 jenazah korban pembantaian oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) ditemukan oleh tim gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz 2025, Polres Yahukimo, dan TNI.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2025, Brigjen Pol. Faizal Ramadhani, dalam keterangannya menyatakan bahwa 12 jenazah telah berhasil diidentifikasi, sementara satu lainnya masih menunggu proses evakuasi karena kendala cuaca. 

Adapun pembantaian ini dilakukan KKB Papua yang menamakan diri Kodap XVI Yahukimo dan Kodap III Ndugama selama tiga hari, sejak 6 hingga 8 April 2025, terhadap warga yang bekerja sebagai pendulang emas ilegal.

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: UNJA Terima Kunjungan Studi Kolaboratif dari MAN IC Bangka Tengah

Baca juga: Simbol Modernisasi Kampus, UNJA Resmi Terima Empat Gedung Baru

Baca juga: Beragam Sorotan Media Asing Perihal Ledakan Bahan Peledak di Garut: Singgung Soal Prosedur

Baca juga: "Enggak Menyangka Bakal Terjadi Seperti Ini" Kenang Kakak Ipar Anggota TNI Gugur di Ledakan Amunisi

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved