Polemik di Papua

Respon Istri Iptu Tomi S Marbun Usai Pencarian Suami yang Hilang saat Kejar KKB Papua Resmi Ditutup

Riah Tarigan, istri Iptu Tomi Samuel Marbun merespon penutupan pencarian sang suami yang hilang saat kejar KKB Papua resmi ditutup.

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Tribun Papua Barat/Dok Polda Papua Barat/Ist
TERIMAKASIH: Riah Tarigan, istri Iptu Tomi Samuel Marbun merespon penutupan pencarian sang suami yang hilang saat kejar KKB Papua resmi ditutup. Dia menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang terlibat dalam pencarian tersebut. (foto:Tribun Papua Barat/Dok Polda Papua Barat/Ist) 

"Di zona merah yang Bapak sempat sebutkan, apakah sudah ada upaya pencarian suami saya?" kata Riah Tarigan.

Sebelumnya diberitakan, pencarian Iptu Tomi Samuel Marbun dalam Operasi SAR dan Operasi Alfa Bravo Moskona 2025 resmi ditutup Kapolda Papua, Irjen Pol Jhonny Isir, Kamis (1/5/2025).

Upaya merekonstruksi hilangnya mantan Kasat Reskrim Polres Bintuni juga telah selesai.

Baca juga: Lika-Liku Pencarian Iptu Tomi S Marbun: Sungai Deras, Hutan Rawa, dan Tembakan KKB Papua

Penutupan itu sebagaimana disampaikan Kabid Humas Papua Barat, Kombes Pol Ignasius Benny Ady Prabowo melalui siaran persnya.

Kata dia, penutupan operasi pencarian Iptu Tomi Samuel Marbun telah dilakukan secara resmi oleh Kapolda Papua Barat, Irjen Pol Jhonny Isir. 

Irjen Pol Jhonny Isir memberikan mengapresiasi seluruh personel yang terlibat dalam operasi berskala besar tersebut. 

“Dedikasi, loyalitas dan kerja sama antara instansi selama lebih dari empat bulan operasi ini merupakan bentuk nyata semangat kemanusiaan yang dijunjung tinggi oleh Polri,” ujar Jhonny.

Meski hasil akhir operasi ini belum menemukan Iptu Tomi Samuel Marbun, Irjen Pol Jhonny Isir menekankan seluruh anggota telah menunjukkan integritas, ketangguhan, dan semangat persaudaraan dalam misi kemanusiaan tersebut.

“Kalian adalah prajurit terbaik yang telah menjaga kehormatan institusi,” tambahnya. 

Irjen Pol Jhonny Isir juga mengingatkan seluruh anggota untuk menjaga kesehatan, disiplin, dan kembali melaksanakan tugas di satuan masing-masing dengan semangat baru setelah operasi pencarian

“Ini bukan akhir dari perjuangan, tapi babak baru untuk terus menjaga profesionalisme dan semangat melayani masyarakat, terutama dalam tugas-tugas kemanusiaan,” tegas mantan Ajudan Presiden Jokowi itu.

Sebelumnya, operasi pencarian dan rekonstruksi hilangnya Iptu Tomi Marbun melibatkan sembilan warga sipil, termasuk Ketua Komnas HAM Papua, Frits Ramandey, dan dua orang keluarga Iptu Tomi Marbun.

Dalam proses pencarian, terjadi penembakan oleh KKB Papua terhadap Ketua Komnas HAM Papua dan empat anggota polisi. 

Peristiwa itu terjadi pada Minggu (26/4/2025) sekitar pukul 07.10 WIT dari seberang Sungai Rawara, Distrik Moskona, Kabupaten Teluk Bintuni. 

Baca juga: Istri AKP Tomi S Marbun Ungkap Kejanggalan Kronologi Suami Hilang saat Gerebek KKB Papua

Akibat insiden tersebut, Ketua Komnas HAM Papua, Kapolda Papua Barat, LBH Sisir Matiti, dan keluarga Iptu Tomi Marbun dievakuasi ke Distrik Moskona. 

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved