Berita Jambi

Semua Pihak Tunggu Hasil Penyelidikan Polisi soal Tambang Batubara Bermasalah di Kotoboyo Jambi

Perkumpulan Hijau Jambi menyebut saat ini semua pihak masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian terkait aktivitas tambang batubara bermasalah di Ko

Penulis: Wira Dani Damanik | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Tribunjambi.com/Wira Dani Damanik
TAMBANG BERMASALAH - Perkumpulan Hijau Jambi menyebut saat ini semua pihak masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian terkait aktivitas tambang batubara bermasalah di Kotoboyo, Kabupaten Batanghari. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Perkumpulan Hijau Jambi menyebut saat ini semua pihak masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian terkait aktivitas tambang batubara bermasalah di Kotoboyo, Kabupaten Batanghari.

Ketua Perkumpulan Hijau Jambi, Feri Irawan, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melayangkan pengaduan kepada Komisi XII DPR RI, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), serta aparat kepolisian.

Menurutnya, ketiga instansi tersebut telah merespons dan saat ini masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian sebagai langkah awal tindak lanjut.

“Gakkum KLHK dan Komisi XII DPR RI masih menunggu hasil penyelidikan polisi. Rencananya mereka juga akan turun langsung ke lokasi,” kata Feri, Selasa (8/4/2025).

Feri menjelaskan bahwa persoalan tambang di Jambi mayoritas bermasalah. 

Dari hasil investigasi mereka, hanya tiga perusahaan tambang di Jambi yang menjalankan kewajiban reklamasi pascatambang.

Ia menegaskan bahwa pengaduan mereka tidak hanya fokus pada tambang di Kotoboyo, tetapi mencakup keseluruhan tambang yang bermasalah di Provinsi Jambi.

“Tambang di Kotoboyo itu hanya salah satu contoh buruknya tata kelola pertambangan di Jambi. Dalam dokumen kami, semua tambang bermasalah kami lampirkan,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, tambang di Kotoboyo diduga menggunakan izin usaha perkebunan, namun dalam praktiknya dijalankan sebagai tambang batubara

Aktivitas itu dinilai mengganggu wilayah adat milik Suku Anak Dalam (SAD).

Feri juga mengatakan telah berkomunikasi dengan anggota Komisi XII DPR RI dari daerah pemilihan Jambi untuk menindaklanjuti laporan tersebut.

“Rencananya mereka akan turun ke lokasi, tapi masih menunggu hasil penyelidikan,” pungkasnya.

Baca juga: BPS Jambi: Emas Perhiasan Pendorong Nomor Satu Inflasi di Provinsi Jambi

Baca juga: Pengamat Politik: Pihak Solo Mungkin Tak Happy Dengar Kabar Prabowo-Megawati Bertemu

Baca juga: Bupati Muaro Jambi Minta ASN Ubah Pola Pikir: Fokus Anggaran ke Layanan Dasar

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved