Polemik di Papua
KKB Papua 2 Kali Serang Guru dan Nakes di Anggruk Yahukimo, IKF NTT: Pakai Kapak, Parang, dan Kayu
Kelompok Kriminal Bersenjata di Papua atau KKB Papua ternyata dua kali melakukan penyerangan guru dan tenaga kesehata (nakes) di Distrik Anggruk
KKB Papua 2 Kali Serang Guru dan Nakes di Distrik Anggruk Yahukimo, IKF NTT: Pakai Kapak, Parang, dan Kayu
TRIBUNJAMBI.COM - Kelompok Kriminal Bersenjata di Papua atau KKB Papua ternyata dua kali melakukan penyerangan guru dan tenaga kesehata (nakes) di Distrik Anggruk, Yahukimo, Papua Pegunungan.
Fakta tersebut diungkapkan Ikatan Keluarga Flobamora Nusa Tenggara Timur (IKF NTT) Provinsi Papua.
Penyerangan tersebut terjadi pada tanggal 21 Maret dan 22 Maret 2025 lalu.
Informasi tersebut didapatkan IKF NTT dari hasil pertemuan dengan guru dan tenaga kesehatan yang menjalani perawatan pasca kejadian.
Mereka dirawat di Rumah Sakit Angkatan Darat (RSAD) Marthen Indey Kota Jayapura.
Adapun dua kali penyerangan tersebut diduga kuat pelakunya adalah KKB Papua.
Hal itu diungkapkan Wakil Ketua II Bidang Hukum dan Advokasi IKF NTT Papua, Matheius Mamun Sare di Abepura, Kota Jayapura pada Selasa (1/4/2025).
“Pada Jumat itu, terjadi penyerangan pada sore hari sekitar pukul 16.00 WIT oleh anggota KKB kepada para guru. Akibatnya, ada beberapa guru yang luka-luka,” ungkapnya.
Baca juga: Komnas HAM Kecam Aksi Brutal KKB Papua: Minta Pemerintah Pusat, Pemda dan Aparat Lindungi Warga
Baca juga: KKB Papua Tuduh Bu Guru Rosalia Mata-mata TNI, Dibantah IKF NTT: Pakai Baju Loreng Karena Ikut Menwa
Matheius menjelaskan, penyerangan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang diperkirakan berjumlah 15 orang itu terjadi secara tiba-tiba.
“Para guru dan nakes ini diserang menggunakan alat tajam berupa kapak, parang, dan kayu balok. Diduga kuat para pelaku merupakan anggota KKB,” jelasnya.
Akibat serangan tersebut, lima orang guru dan satu nakes mengalami luka-luka serius.
Selain itu, para pelaku juga membakar rumah yang dihuni oleh guru-guru tersebut.
Penyerangan kembali terjadi pada Sabtu (22/3/2025) sekitar pukul 06.00 WIT oleh kelompok yang sama.
“Pada saat serangan itu, para guru dan nakes yang terluka sedang dirawat di puskesmas dan dijaga oleh beberapa warga setempat,” kata Matheius.
Akibat serangan kedua ini, seorang guru bernama Rosalia Rerek Sogen meninggal dunia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/20250404-IKF-NTT-soal-KKB-Papua-serang-guru-dan-nakes.jpg)