Polemik di Papua
Sosok Kolonel Inf Candra Kurniawan, Kapendam XVII/Cendrawasih Sebut KKB Papua Penjahat Kemanusiaan
Sosok Kolonel Inf Candra Kurniawan, Kapendam XVII/Cendrawasih kerap muncul di media massa dan menjadi perhatian. Ksususnya terkait KKB Papua.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Sebelumnya Kolonel Inf Candra Kurniawan adalah Dandim 1711/BVD (Boven Digoel) pada 2018-2020 saat berpangkat Letnan Kolonel.
Sebut KKB Papua Biadab dan Tidak Berperikemanusiaan
Kelompok Kriminal Bersenjata di Papua atau KKB Papua yang melakukan penyerangan di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan biadab dan tidak berperikemunisiaan.
Penyerangan tersebut sebagaimana diketahui menewaskan enam guru dan tenaga kesehatan.
Baca juga: Daftar 4 dari 6 Korban KKB Papua Berhasil Diidentifikasi, 3 Guru dan 1 Nakes, 2 Proses Pendataan
Aksi brutal tersebut terjadi di di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan pada Jumat (21/3/2025) lalu.
Terkait kejadian tersebut, Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Candra Kurniawan memberikan komentar pedas ke KKB Papua.
Dia mengatakan KKB Papua merupakan penjahat kemanusiaan sangat biadab dengan tidak berprikemanusiaan.
KKB Papua membunuh dan membakar hidup-hidup enam guru dan tenaga kesehatan di rumah guru.
Bahkan tidak tanggung-tanggung gerombolan yang disebut OPM itu sekaligus membakar empat bangunan gedung sekolah dan satu rumah guru di Kampung Anggruk Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Jumat (21/3/2025).
"OPM penjahat kemanusiaan ini benar-benar sangat biadab tidak berprikemanusiaan, telah membunuh dan membakar hidup-hidup 6 orang guru, membakar gedung sekolah serta rumah guru."
"OPM juga bahkan memeras dan merampok uang masyarakat disekitarnya. Mana keadilan HAM para korban ini," ungkap Kapendam.
Ia mengatakan, hasil konfirmasi di lapangan gerombolan OPM ini bersenjata meneror masyarakat sekitarnya.
Para guru dan tenaga kesehatan dari Distrik Heriyapini, Distrik Kosarek, Distrik Ubalihi, Distrik Nisikni, Disteik Walma dan Distrik Kabiyanggama Kabupeten Yahukimo berjumlah 58 orang.
Sebelumnya diberitakan, Aksi penyerangan kembali terjadi yang diduga dilakukan Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang disebut juga Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB Papua pada Jumat, 21 Maret 2025, sekitar pukul 23.00 WIT.
Aksi brutal itu terjadi di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.