Berita Viral
Netizen Ngadu ke Dedi Mulyadi: Lurah di Bekasi Minta Bantuan AC ke Bos Kasur Viral, Gak Sekali 2 X
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mendapat aduan dari warganet atau netizen terkait ulah seorang lurah di Bekasi.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Lurah Jatiasih viral minta bantuan AC diadukan ke Dedi Mulyadi.
TRIBUNJAMBI.COM - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mendapat aduan dari warganet atau netizen terkait ulah seorang lurah di Bekasi.
Lurah tersebut dilaporkan ke Gubernur akibat lantaran minta bantuan pembelian AC kepada warga.
Aksi di Kelurahan Jatiraden, Kecamatan Jatisampurna itu mendadak viral di sosial media.
Sontak aksi lurah itu jadi sorotan publik.
Postingan di sosial media Facebook itu pun ramai jadi perbincangan.
Akhirnya Lurah tersebut diadukan netizen kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Dalam upayanya, Lurah Jatiraden itu meminta bantuan dengan menyebarkan proposal untuk meminta sumbangan Pendingin Ruangan (AC).
Namun ternyata sebaran proposal lurah itu beredar hingga viral di media sosial.
Baca juga: Dedi Mulyadi Geram, Alih Fungsi Lahan di Puncak Picu Banjir Bandang: Saya Marah, Saya Nangis
Baca juga: Video Dua Preman Palak Sopir Truk di Talang Bakung Jambi Viral, Nekat Hadang Mobil: Duo Ratus Bae
Tak ayal kini, sosok lurah tersebut pun ikut viral.
Untuk diketahui, beredarnya proposal tersebut pertama kali dibagikan oleh akun bos kasur di Bekasi bernama Eckha Luphcats Moslemmorphosis.
Dalam postingannya di Facebook, akun Eckha mengeluh soal surat dan proposal yang ia terima dari pihak Kelurahan Jatiraden.
Alangkah terkejutnya Eckha saat membaca keseluruhan surat yakni pihak Kelurahan meminta bantuan sumbangan untuk pembelian AC.
Berikut adalah isi surat dari Kelurahan Jatiraden kepada warga:
"Dalam rangka mewujudkan pelayanan yang nyaman dan ramah kepada masyarakat Kelurahan Jatiraden, maka perlu diciptakan kondisi ruangan kantor kelurahan yang sejuk, bersih, dan nyaman terutama di ruangan yang menjadi tempat pelayanan bagi masyarakat. Kantor Kelurahan Jatiraden sekarang ini menempati gedung baru yang cukup luas dengan jumlah ruangan yang lumayan banyak, namun dari segi sarana dan prasarana pendukungnya masih belum memadai, terutama masih kurangnya alat pendingin ruangan (AC).
Maka berkaitan dengan hal tersebut di atas guna menunjang aktivitas aparatur dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat kami bermaksud mengajukan permohonan bantuan pengadaan pendingin ruangan (AC) kepada perusahaan yang bapak/ibu pimpin. Besar harapan kami sekiranya permohonan ini bisa terealisasi." tulis surat dalam proposal lurah tersebut.
Usai membaca surat dan proposal dari pihak kelurahan, akun Eckha terkejut.
Baca juga: Tak Hanya Laut, Dedi Mulyadi Ungkap Sungai Bersertifikat: Orang Jahat di Indonesia Terlalu Banyak
Eckha bingung kenapa pemerintah kini minta bantuan berupa dana kepada warga.
Padahal diketahui Eckha, selama ini pihak kelurahan pasti sudah mendapatkan anggaran khusus untuk biaya apapun.
Lantaran hal tersebut, Eckha pun curiga adanya dugaan perbuatan korupsi di dalamnya.
"Lucu banget sih ini pemerintah. Ini gag salah kelurahan minta sumbangan AC ke qta? gag sekali 2 x sih kelurahan kecamatan minta sumbangan ke qta. Cuma dipikir-pikir kog eneg ajah, ini sekelas pemerintahan knp jd minta sm rakyatnya, tentu mereka udah ada anggaranannya lohh yaa dr negara. Mesti lapor kmna sih ini? guw yakin ini permainan mereka buat corrupt," tulis Eckha.
Setelah postinganya soal proposal Kelurahan Jatiraden yang meminta sumbangan untuk membeli AC viral, Eckha mengunci akunnya di Facebook.
Namun unggahan Eckha itu terlanjur viral hingga dibagikan ulang akun Instagram lambe turah.
Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News
Baca juga: Polres Sarolangun Sidak MinyaKita, Tak Temukan Pengurangan Takaran tapi Harga Melebihi HET
Baca juga: Download Lagu Nella Kharisma dan Didi Kempot 2025 Spesial Koplo Full 10 Jam: Putar di Spotify
Baca juga: Bacaan Doa Puasa ke-12 Ramadhan 1446 Hijriah
Baca juga: Kunci Jawaban IPAS Kelas 5 Halaman 189, Peluang Sebagai Negara Agraris
Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.