Berita Tanjab Barat

862 Anak di Tanjung Jabung Barat Jambi Masih Terpapar Stunting

Angka stunting di Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) tercatat mencapai 862 jiwa hingga awal tahun 2025.

Ist
STUNTING - Angka stunting di Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) tercatat mencapai 862 jiwa hingga awal tahun 2025. 

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL – Meskipun ada penurunan signifikan, jumlah kasus stunting di Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), Jambi masih menjadi masalah serius.

Angka stunting di daerah ini tercatat mencapai 862 jiwa hingga awal tahun 2025.

Meskipun sebelumnya sempat berada di angka 1.300 jiwa.

Hal ini menandakan bahwa masih banyak anak yang terpapar kondisi kekurangan gizi yang berdampak pada tumbuh kembang mereka.

Masalah stunting di Tanjung Jabung Barat terus mendapat perhatian dari berbagai pihak.

Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak/Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Tanabbar bekerja sama dengan PTPN IV Regional 4 untuk memberikan bantuan Pemulihan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi 106 anak dari enam kecamatan yang terpapar stunting.

Bantuan ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan gizi bagi anak-anak yang terkena dampak stunting.

Bantuan PMT diberikan di Kecamatan Renah Mendaluh 22 anak, Merlung 11 anak, Muara Papalik 4 anak, Tungkal Ulu 11 anak, Batang Asam 32 anak, dan Tebing Tinggi 26 anak.

Baca juga: Ahok Mengaku Pernah Ancam akan Pecat Riva Siahaan Tersangka Korupsi Pertamina Patra Niaga

Baca juga: 109 Anak Mendapatkan Bantuan PMT Pemulihan Selama 3 Bulan di Tanjung Jabung Barat Jambi

Program ini direncanakan berlangsung selama tiga bulan dan bertujuan untuk mengurangi dampak jangka panjang akibat stunting pada anak-anak.

Stunting yang terjadi di Kabupaten Tanjabbar menjadi masalah serius karena dapat mempengaruhi perkembangan fisik dan mental anak hingga dewasa.

DP3AP2KB masih berupaya menurunkan angka stunting yang sempat mencapai 1.300 jiwa.

Meski ada penurunan yang signifikan, angka 862 jiwa yang tercatat saat ini masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah dan masyarakat.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi, Putut Riyatno, menjelaskan bahwa pemberian makanan tambahan adalah langkah penting dalam mencegah stunting

Namun menurutnya, masalah stunting tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja.

Semua instansi terkait dan masyarakat perlu bekerja sama agar masalah stunting dapat diatasi secara menyeluruh.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved