Minggu, 10 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Fakta Unjuk Rasa Mahasiswa 'Indonesia Gelap', Singgung Efisiensi dan Pengangkatan Deddy Corbuzier

Mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa bertajuk “Indonesia Gelap” di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, pada Senin (17/2/2025).

Tayang:
Editor: Suci Rahayu PK
KOMPAS.com/DINDA AULIA RAMADHANTY
UNJUK RASA - Aksi unjuk rasa “Indonesia Gelap” di Patung Kuda, Jakarta Pusat, Senin (17/2/2025). Aksi turun ke jalan ini dilakukan dalam rangka meminta pertanggungjawaban pemerintah mengenai situasi negara yang memburuk. 

TRIBUNJAMBI.COM - Mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa bertajuk “Indonesia Gelap” di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, pada Senin (17/2/2025).

Termasuk kelompok mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI).

Koordinator Aksi BEM UI Muhammad Rafid Naufal Abrar menyebut, sasaran utama pihaknya melakukan aksi unjuk rasa adalah Istana Negara. 

UNJUK RASA - Forum Mahasiswa menggugat membentangkan poster Mayor Tedy saat demo di Patung Kuda Arjuna Wijaya, Jakarta Pusat, Senin (17/2/2025). Mereka menuliskan sejumlah kritik terhadap mantan ajudan Prabowo itu.
UNJUK RASA - Forum Mahasiswa menggugat membentangkan poster Mayor Tedy saat demo di Patung Kuda Arjuna Wijaya, Jakarta Pusat, Senin (17/2/2025). Mereka menuliskan sejumlah kritik terhadap mantan ajudan Prabowo itu. (KOMPAS.com/Febryan Kevin)

Menurut Rafid, aksi turun ke jalan ini dilakukan dalam rangka meminta pertanggungjawaban pemerintah mengenai situasi negara yang memburuk. 

Kondisi itu disebut disebabkan oleh berbagai permasalahan yang terjadi, akibat tindakan sewenang-wenang pemerintah.

Massa telah membubarkan diri sejak pukul 20.25 WIB.

Elemen mahasiswa membawa 13 tuntutan yang ditujukan kepada pemerintah. 

Baca juga: Dirut PDAM Jambi: Pasokan Air Bersih 24 Ribu Pelanggan Terdampak Pipa Putus, Normal 27 Februari

Baca juga: 5 Berita Viral Jambi Paling Populer, Ruko H Tafsir di Kuala Tungkal hingga Truk Batu Bara Oleng

Mereka berjanji akan melakukan demonstrasi secara terus-menerus bila tuntutan mereka tak dipenuhi oleh pemerintah. 

Tuntutan-tuntutan itu di antaranya pendidikan gratis, evaluasi menyeluruh program makanan bergizi gratis, dan reformasi Kepolisian RI.

Koordinator Pusat BEM SI Satria mengkritisi kebijakan pemerintah yang mengatasnamakan efisiensi anggaran.

Menurutnya, pengertian efisiensi tidak sejalan dengan realitas yang diterapkan pemerintah, serta mengabaikan kepentingan masyarakat.

“Efisiensi-efisiensi, pendidikan dipotong, tapi melantik staf khusus dari influencer,” ujar Satria dalam orasinya, merujuk pada pelantikan Deddy Corbuzier sebagai Stafsus Menteri Pertahanan Bidang Komunikasi Sosial dan Publik, Senin.

Demonstrasi juga Dilakukan Mahasiswa di Surabaya

Mahasiswa mengaku menerima tindakan represif dari aparat kepolisian ketika mengikuti aksi demonstrasi menolak efisiensi anggaran pendidikan di Kantor DPRD Jawa Timur, Senin (17/2/2025).

Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Wendi Septian, mengatakan tindakan represif itu dialami oleh beberapa temannya yang merupakan massa aksi.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved