Berita Batanghari

53 Sumur Minyakl Ilegal di Tahura Batanghari Jambi Ditertibkan Pasca Kebakaran Illegal Drilling

Pasca kebakaran sumur minyal ilegal (illegal drilling) di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Senami, Desa Jebak, kecamatan Muara Tembesi, Batanghari,

Editor: Suci Rahayu PK
Instagram/@infobatanghari
Sumur minyak ilegal Senami Batanghari terrbakar lagi, ada korban kena luka bakar 

TRIBUNJAMBI.COM, BATANGHARI - Pasca kebakaran sumur minyal ilegal (illegal drilling) di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Senami, Desa Jebak, kecamatan Muara Tembesi, Batanghari, Jambi, pihak terkait melakukan penertiban.

Setidaknya ada 53 lubang sumur minyak ilegal yang ditertibkan.

Penertiban dilakukan pada Sabtu (18/1/2025) oleh jajaran TNI, Polri dan Satpol PP Batanghari.

Beredar video kebakaran yang diduga sumur minyak ilegal di kawasan Senami, Desa Jebak, Kecamatan Muara Tembesi, Kabupaten Batanghari, Jambi.
Beredar video kebakaran yang diduga sumur minyak ilegal di kawasan Senami, Desa Jebak, Kecamatan Muara Tembesi, Kabupaten Batanghari, Jambi. (IG Ccitvjambi)

Namun api di sumur minyak yang terbakar maish menyala.

Pihak kepolisiam menduga, api menjalar dari anak sungai yang mengandung minyak, sehingga terjadi kebakaran hingga ledakan di sumur minyak ilegal.

Lokasi Sulit Dijangkau

Kebakaran illegal drilling di kawasan hutan produksi Senami Kabupaten Batanghari, menimbulkan efek panjang bagi lingkungan hidup.

Setelah heboh terbakarnya sumur minyak ilegal yang berada di kawasan hutan lindung Tahura Senami, hingga Sabtu (18/1/2025), kebakaran tersebut masih menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan sekitar. 

Baca juga: Daftar Harta Kekayaan Sakti Wahyu, Menteri KKP yang Larang Pembongkaran Pagar Laut Capai Rp2,6 T

Baca juga: Ini 2 Gugatan Hasil Pilkada di Jambi yang Berpotensi Dikabulkan MK, Nasib Pilkada Merangin?

Dikatakan Kasi Pengendalian Ekosistem dan Hutan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Batanghari, Sahlan, hingga saat ini pihaknya masih belum mendapatkan solusi bagaimana cara teknis penanganan pemadaman di sumur tersebut. 

“Kita juga belum melakukan rapat bersama pihak terkait seperti BPBD dan lainnya terkait penanganan kebakaran ini, “ jelasnya. 

“Ditambah akses menuju lokasi yang sangat sulit dan jauh, “ sambungnya. 

Dari kejadian itu untuk estimasi lahan yang terbakar mencapai seperempat hektar lahan, dan juga berdampak pada lokasi di sekitar sumur yang menyemburkan minyak. 

“Yang jelas itu disekitar lokasi kebakaran ada anak sungai yang tentunya tercemar, dan berdampak pada ekosistem di sungai tersebut, “ jelaskan. 

Pihaknya berharap, dalam rapat nanti bisa melibatkan pihak Pertamina juga. Mengingat sedikit banyak mereka lebih mengetahui cara efektif untuk pemadaman sumur minyak tersebut.

3 Orang Jadi Korban

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved