Tak Hanya Dosen, Dua Pegawai Bank BUMN Juga Terlibat Skandal Pabrik Uang Palsu di UIN Makassar

Aparat kepolisian Sulawesi Selatan berhasil membongkar sindikat pabrik uang palsu yang mencetak uang hingga Rp2 miliar di UIN Alauddin, Makassar

ist
Aparat kepolisian Sulawesi Selatan berhasil membongkar sindikat pabrik uang palsu yang mencetak uang hingga Rp2 miliar.  

TRIBUNJAMBI.COM, MAKASSAR – Aparat kepolisian Sulawesi Selatan berhasil membongkar sindikat pabrik uang palsu yang mencetak uang hingga Rp2 miliar. 

Operasi ini dilakukan di Perpustakaan Syekh Yusuf, Kampus II Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin, Makassar, Sulawesi Selatan.

Sebanyak 17 tersangka telah diamankan dalam kasus ini, termasuk dua pegawai bank BUMN berinisial IR (37) dan AK (50). 

Polisi juga menetapkan dosen UIN Alauddin, Dr. Andi Ibrahim, sebagai otak utama di balik sindikat ini. 

Dari lokasi pabrik, polisi menyita uang palsu senilai Rp446 juta serta berbagai alat percetakan.

Kasus ini bermula dari penangkapan seorang pelaku di Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, awal Desember 2024. 

Pelaku diketahui bertransaksi menggunakan uang palsu pecahan Rp500 ribu.

"Awalnya kami menangkap pelaku yang bertransaksi dengan uang palsu. Dari situ, kami melakukan penyelidikan hingga menemukan pabrik uang palsu di Kampus II UIN Alauddin," ungkap Kapolres Gowa, AKBP Reonald Simanjuntak, saat konferensi pers di Mapolres Gowa, Kamis (19/12/2024).

Penyelidikan yang melibatkan tim khusus mengungkap bahwa pabrik uang palsu ini beroperasi di lantai tiga perpustakaan kampus tersebut. 

Selain uang palsu, polisi juga menyita berbagai alat cetak dan perlengkapan lainnya.

Menurut polisi, Dr Andi Ibrahim, yang merupakan Kepala Perpustakaan UIN Alauddin, memanfaatkan fasilitas kampus untuk menjalankan aksi ilegal ini. 

Selain bertugas sebagai penggerak utama, ia juga mengoordinasikan produksi dan distribusi uang palsu ke sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Gowa, Wajo, dan Mamuju.

Dua pegawai bank BUMN yang terlibat dalam kasus ini diduga berperan sebagai pengedar uang palsu

Namun, Kapolres menegaskan bahwa tindakan mereka dilakukan secara individu dan tidak terkait dengan institusi tempat mereka bekerja.

"Peran mereka adalah menjual dan membeli uang palsu. Namun, aktivitas ini dilakukan di luar tugas resmi sebagai pegawai bank," jelas Reonald.

Distribusi Uang Palsu ke Beberapa Wilayah

Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa sebagian besar uang palsu sudah diedarkan ke beberapa daerah di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. 

Dari total Rp2 miliar yang dicetak, Rp446 juta berhasil disita dari lokasi percetakan di kampus. 

Sisanya telah beredar di masyarakat, khususnya di Kabupaten Gowa dan Wajo (Sulsel), serta Kabupaten Mamuju (Sulbar).

Pengungkapan kasus ini melibatkan sejumlah pihak, termasuk Bank Indonesia (BI), Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan Bank Negara Indonesia (BNI). 

Polisi juga bekerja sama dengan laboratorium forensik untuk mendukung penyidikan menggunakan metode ilmiah atau scientific investigation.

"Kami juga mendapat dukungan dari rektor UIN Alauddin dalam proses penyelidikan ini," kata Reonald.

Sebanyak 100 jenis barang bukti diamankan, termasuk alat cetak, bahan baku, dan uang palsu pecahan Rp100 ribu.

Dr Andi Ibrahim, yang diduga sebagai dalang utama, telah dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kepala Perpustakaan UIN Alauddin

Polisi menjeratnya dengan Pasal 244 KUHP tentang Pemalsuan Uang, yang ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara.

"Dalam kasus ini, kami juga menerapkan Pasal 245 KUHP terkait penggunaan uang palsu, serta pasal-pasal lainnya yang relevan," jelas Reonald.

Rektor UIN Alauddin, melalui pernyataan resminya, menyatakan kekecewaan atas kejadian ini. 

Ia berjanji akan mendukung penuh proses hukum dan memperketat pengawasan di lingkungan kampus.

"Kami tidak akan mentolerir tindakan ilegal apa pun yang mencoreng nama baik institusi," ungkapnya.

Masyarakat setempat menyatakan kekhawatiran atas peredaran uang palsu ini. 

Banyak yang berharap polisi segera menuntaskan kasus ini dan memastikan tidak ada lagi pelaku yang lolos dari jeratan hukum.

Penyidikan terhadap jaringan uang palsu ini masih terus berkembang. 

Polisi memastikan akan memburu pelaku lain yang mungkin terlibat dalam distribusi uang palsu.

"Kami mohon waktu. Kasus ini masih dalam tahap pengembangan," tutup Reonald.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul BREAKING NEWS: 2 Pegawai Bank Terlibat Skandal Pabrik Uang Palsu Miliaran Rupiah di Makassar, https://www.tribunnews.com/nasional/2024/12/19/breaking-news-2-pegawai-bank-terlibat-skandal-pabrik-uang-palsu-miliaran-rupiah-di-makassar?utm_source=headline

Baca juga: 15 Tersangka di Kasus Pabrik Uang Palsu di UIN Makassar, Kepala Perpustakaan hingga ASN Terlibat

Baca juga: Dugaan Pabrik Uang Palsu di UIN Alauddin Makassar Terungkap, Begini Kata Rektor

Baca juga: Viral Beredar Uang Palsu Sebnayak Rp 300 Ribu di Sarolangun Jambi, Warga Diimbau Waspada

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved