Berita Jambi
Dampak Serius, Psikolog Sebut Kasus Bullying Remaja di Jambi Perlu Penanganan Bersama
Bullying merupakan perilaku negatif yang sering kali dilakukan untuk menunjukkan kekuatan dan superioritas satu pihak terhadap pihak lain.
Penulis: Rara Khushshoh Azzahro | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM,JAMBI - Bullying merupakan perilaku negatif yang sering kali dilakukan untuk menunjukkan kekuatan dan superioritas satu pihak terhadap pihak lain.
Menurut Dessy Pramudiani, Psikolog dan Ketua Himpsi Wilayah Jambi, bullying adalah salah satu bentuk agresi intimidatif yang memiliki dampak psikologis serius bagi korban, pelaku, dan lingkungan di sekitarnya, Jumat (20/09/2024).
Kasus bullying, seperti yang baru-baru ini terjadi di Jambi, menjadi cerminan jelas dari masalah ini.
Kasus perundungan yang menimpa seorang siswi SMP di Jambi, di mana korban dijambak, disundut rokok, dipukul, dan disiram minuman oleh teman-temannya, memperlihatkan wajah buruk dari perilaku bullying yang tidak hanya melibatkan kekerasan fisik, tetapi juga serangan psikologis yang intens.
Dalam video yang beredar luas di media sosial, tampak betapa para pelaku bertindak tanpa empati, memperlihatkan dominasi dan kekuasaan mereka atas korban yang tidak berdaya.
Peristiwa ini memberikan gambaran nyata tentang dampak buruk dari bullying, yang tidak hanya mencakup luka fisik tetapi juga trauma psikologis yang bisa bertahan lama.
Dampak bullying dirasakan oleh berbagai pihak dan membutuhkan penanganan yang melibatkan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
Korban bullying sering kali mengalami penurunan kepercayaan diri, kecemasan, hingga depresi, yang dapat memengaruhi kehidupan mereka dalam jangka panjang.
Sementara itu, pelaku bullying cenderung menunjukkan kurangnya empati serta ketidakmampuan dalam mengelola emosi mereka, sering kali disebabkan oleh ketidakamanan pribadi. Dalam banyak kasus, perilaku bullying berkembang karena model perilaku negatif yang dilihat dari lingkungan keluarga, sekolah, atau media sosial.
Menurut Dessy Pramudiani, faktor psikologis dan lingkungan sangat memengaruhi perilaku bullying.
“Kurangnya empati dan pemahaman dalam mengelola emosi sering kali menjadi penyebab utama pelaku bullying. Mereka merasa tidak aman dengan diri mereka sendiri, sehingga mencari cara untuk merendahkan orang lain untuk merasa superior,” jelas Dessy.
Ia juga menambahkan bahwa lingkungan tempat tumbuhnya individu memiliki peran penting dalam perkembangan perilaku negatif ini.
Upaya preventif sangat diperlukan untuk mengatasi masalah bullying. Sekolah dan masyarakat dapat berperan dengan memberikan edukasi tentang dampak buruk bullying.
Mengajarkan keterampilan sosial, empati, serta kemampuan untuk mengelola emosi negatif menjadi kunci dalam mencegah perilaku agresif ini.
Selain itu, intervensi psikologis seperti Cognitive Behavioral Therapy (CBT) dapat diterapkan baik kepada pelaku maupun korban untuk membantu mereka memahami dan mengatasi masalah ini dengan cara yang lebih sehat.
Truk Solar Antri di SPBU Jambi, Pertamina Klaim Ketersediaan Biosolar Aman |
![]() |
---|
Berkat Gubernur Al Haris, Jambi Raih Pengampuan KJSU dari Kemenkes RI |
![]() |
---|
Sopir Truk Menginap di SPBU demi Dapat Solar di Jambi: Pak Haris, Tolong Bantu Kami |
![]() |
---|
Besok Partai Buruh Jambi Gelar Aksi Damai di Kantor Gubernur, Ini Tuntutannya |
![]() |
---|
Gubernur Al Haris Minta SPPG Gandeng Petani Jambi, Dorong Swasembada Pangan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.