Berita Batanghari

Dampak Musim Kemarau, PDAM Tirta Batanghari Sebut Ada Peningkatan Penggunaan Bahan Kimia

PDAM Tirta Batanghari melaporkan bahwa musim kemarau menyebabkan peningkatan penggunaan bahan kimia dalam pengolahan air bersih.

Penulis: Srituti Apriliani Putri | Editor: Rohmayana
ist
PDAM Tirta Batanghari 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN- PDAM Tirta Batanghari melaporkan bahwa musim kemarau menyebabkan peningkatan penggunaan bahan kimia dalam pengolahan air bersih.

Selama periode kemarau, penurunan kualitas air di sumber-sumber utama memaksa PDAM Tirta Batanghari untuk menggunakan lebih banyak bahan kimia guna memastikan air yang didistribusikan tetap memenuhi standar kesehatan. 

Hal ini dilakukan untuk mengatasi masalah kontaminasi dan menjaga kualitas air bersih bagi masyarakat.

Direktur PDAM Tirta Batanghari, Abu Bakar Sidik menyatakan berlebihnya menggunakan beberapa bahan kimia seperti kaporit dan juga tawas untuk pengolahan air bersih. 

"Untuk mendukung kestabilan suplai air kemasyarakatan di musim kemarau ini tentu akan berimbas kepada pembiayaan," ujarnya. 

Di musim kemarau saat ini, Abu Bakar mengatakan bahwa penggunaan bahan kimia meningkat sampai dengan 30 persen.

"Dalam perbandingan dari bulan kemarin, atau dua bulan terakhir terjadi peningkatan pembiayaan sampai dengan 30 persen. Penggunaan bahan kimia kita menggunakan tawas, kaporit dan juga soda," jelasnya. 

Ia mengatakan jika biasanya hanya membutuhkan 20 ton bahan kimia untuk pengolahan air bersih. Di musim kemarau saat ini meningkat menjadi 25 ton.

Dimana hal tersebut terjadi akibat pendangkalan air sungai sehingga air yang masuk ke pompa PDAM Tirta Batanghari tercampur dengan kotoran ataupun lumpur di sungai. (Tribunjambi.com/Srituti Apriliani Putri )

Dapatkan Berita Terupdate Tribunjambi.com di Google News

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved