WAWANCARA EKSKLUSIF
Pengakuan Ustaz Abu Mahmudah, Eks Senior Jamaah Islamiyah, Seri II
Apa yang sebenarnya terjadi di balik bubarnya Jamaah Islamiyah. Sampai saat ini itu kerap menjadi tanda tanya hingga kini.
Pertama, dari mindset, bahwa setelah kami renungkan, negara Repubik Indonesia dibangun melibatkan para ulama, karena melibatkan ulama tentu mereka tidak serampangan membentuk negara.
Ternyata langkah-langkah (penentangan) yang pernah dilakukan itu tidak lebih mendatangkan manfaat ketimbang langkah yang sekarang kita laksanakan. Karena hampir kita semua menyandang beban hukum.
Dulu kan kita bergabung dengan Jamaah Islamiyah untuk mendapatkan nilai tambah di hadapan Allah SWT.
Sekarang berdasar UU Antiterorisme, menjadi anggota kalau ada yang jadi saksi saja, maka anak-akan adik-adik sekalian, sudah bisa dituntut.
Nah, ini belum memberikan kemanfaatan, sudah datang bahaya, sudah ada risiko yang sesungguhnya tidak perlu.
Sebelumnya mengenai ketetapan dilarangnya JI didasarkan vonis sidang akhir Zarkasih dan Abu Dujana.
Sekarang sudah dikuatkan 500 vonis terkait masalah-masalah yang sama.
Jadi benar-benar ada masalah, dan masalah menimpa kalian. Kami yang sedikit lebih tahu harus mengangkat masalah ini dari anak-anak dan adik-adik sekalian.
Karena argumentasi seperti ini, grass root jika sudah sempat mendengar, dengan rela hati menerima apa yang diputuskan para senior.
Secara pribadi, ketika sampai pada keputusan itu bagaimana, berat gak?
Berat…berat. Tapi kami tidak boleh terus menerus dalam situasi baper.
Masa depan generasi kami, ikhwan-ikhwan kami yang tersisa. Anak didik kami, anak biologis dan didikan kami di lembaga pendidikan, harus jadi pertimbangan daripada larut dalam perasaan.
Lebih kepada memberi jalan kepada mereka supaya bisa memberi kontribusi positif, konstruktif agar bangsa ini maju dan bermartabat.
Toh kalau bangsa ini maju, 85 persen rakyat kan umat Muslim juga.
Apa yang akan dilakukan para tokoh ini mengingat realitas menunjukkan di masa lalu ada banyak individu melakukan aksi-aksi dan mereka banyak yang dilahirkan JI?
| Analisis Jebakan Utang di Proyek Kereta Whoosh, Siapa yang Harus Bayar Utang ke Cina |
|
|---|
| Pengakuan Bonatua Silalahi Diancam Saat Cari Salinan Ijazah Jokowi |
|
|---|
| Wawancara Eksklusif: 'Jangan Diamputasi, Ma, Abang Mau jadi Pemain Sepak Bola' |
|
|---|
| Saksi Kata, Anggota HMI Dikeroyok di UIN STS Jambi hingga Kepala Bocor |
|
|---|
| Saksi Kata, Sesepuh Kenali Asam Atas Kota Jambi Siap Mati, Heran Zona Merah Pertamina |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Ustaz-Abu-Mahmudah-alias-Ustad-Arief-Siswanto.jpg)