WAWANCARA EKSKLUSIF
Pengakuan Ustaz Abu Fatih Eks Ketua Mantiqi II Jamaah Islamiyah, Seri I
Abu Fatih merupakan sesepuh, saksi mata kepemimpinan Abdullah Sungkar sebagai Amir Jamaah Islamiyah. Dia pernah memimpin Mantiqi II Jamaah Islamiyah.
Nah, karena jawaban tidak menyangkut keimanan, saya merasa itu sesuatu yang menarik. Selanjutnya kami banyak berdiskusi dengan Pak Fino dan Pak Wawan.
Setelah itu, tatkala saya sudah membuat surat pernyataan, saya kira sudah tidak ada masalah. Saya diminta tidak ke mana-mana, tidak pergi jauh-jauh. Saya di rumah saja. Paling ke kebun, ke masjid.
Kemudian setelah diajak Mas Bambang (Ustaz Bambang Sukirno) diskusi-diskusi, saya merasa tidak cukup kalau kita hanya diam.
Kemudian Pak Arif (Ustaz Arif Siswanto), beliau bebas dan memaparkan yang intinya JI itu perlu dibubarkan.
Saya malah berpikir dan bicara waktu itu, Antum (Ustaz Siswanto) bubarkan saja, lalu kita bikin organisasi apa yang kita bisa duduk-duduk bareng, ngaji bareng atau kenduri bareng…hehehehehe!
Lalu ternyata muncul masalah ketika ada orang K*r*m mendengar info ini, dan terjadi kesalahpahaman, seolah-olah saya hendak membuat organisasi JI baru.
Sehingga terjadi kehebohan di dunia intelijen.
Tapi alhamdulillah kemudian bisa diredam dan dijelaskan segala sesuatunya. Bukan mau mendirikan JI baru, tapi organisasi terbuka yang menyelaraskan dengan perjalanan pemerintah dan tuntutan negara.
Tapi waktu itu kan kita belum bicara lebih jauh, konsepnya saja belum disusun.
Kemudian muncul deklarasi Abu Rusydan yang menjelaskan begini-begini, yang poin 642 itu (semacam risalah pendapat pandangan Abu Rusydan).
Nah, saya lalu berpikir kalau begitu ini klir, dari situ saja kita sosialisasikan dan ternyata memang sudah ada perintah sosialisasi.
Saya mendampingi setiap sosialisasi, sebagai orang yang dipandang tua, senior, walau sudah tidak aktif. Saya mungkin masih dianggap tokoh yang memiliki ideologis selaras.
Maka saya perlu untuk menunjukkan kepada ikhwan-ikhwan yang membubarkan diri, bahwa itu sikap yang benar.
Karena tidak mempertimbangkan, misalnya takut hukum, takut densus, tapi dengan kesadaran dengan bimbingan ilmu, ternyata ruang secara syarii dan dien, ternyata tidak ada manfaatnya kalu membangun konflik dengan pemerintah Indonesia.
Pemerintah Indonesia itu representasi kaum muslimin, dan bangsa yang rakyatnya Islam juga.
| Analisis Jebakan Utang di Proyek Kereta Whoosh, Siapa yang Harus Bayar Utang ke Cina |
|
|---|
| Pengakuan Bonatua Silalahi Diancam Saat Cari Salinan Ijazah Jokowi |
|
|---|
| Wawancara Eksklusif: 'Jangan Diamputasi, Ma, Abang Mau jadi Pemain Sepak Bola' |
|
|---|
| Saksi Kata, Anggota HMI Dikeroyok di UIN STS Jambi hingga Kepala Bocor |
|
|---|
| Saksi Kata, Sesepuh Kenali Asam Atas Kota Jambi Siap Mati, Heran Zona Merah Pertamina |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Abu-Fatih-alias-Abdullah-Anshori-eks-Ketua-Mantiqiyah-II-Jamaah-Islamiyah.jpg)