Berita Kota Jambi

Pemkot Jambi Masih Siaga Stunting

Terus bekerja secara maksimal dalam rangka melaksanakan fokus stunting, Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi melaksanakan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) T

ist
Penyaluran bantuan makanan bagi keluarga berisiko stunting ini langsung dilakukan oleh Pj Wali Kota Jambi, Sri Purwaningsih, didampingi Plt Kepala DPPKB Kota Jambi M. Mulyadi Yatub. 

TRIBUNJAMBI COM,JAMBI - Terus bekerja secara maksimal dalam rangka melaksanakan fokus stunting, Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi melaksanakan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Tahap II untuk Keluarga Berisiko Stunting Tahun 2024, di Aula DPPKB Kota Jambi, Selasa (16/7/2024).

Penyaluran bantuan makanan bagi keluarga berisiko stunting ini langsung dilakukan oleh Pj Wali Kota Jambi, Sri Purwaningsih, didampingi Plt Kepala DPPKB Kota Jambi M. Mulyadi Yatub.

"Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis pada 1.000 hari pertama kehidupan (HPK). Dan dipengaruhi juga oleh pola asuh yang tidak memadai maupun kurang baik," ujar Pj Wali Kota Jambi.

Sri menyampaikan pentingnya penurunan stunting dilakukan sedini mungkin untuk menghindari jangka panjang yang merugikan seperti terhambatnya tumbuh kembang anak, serta perkembangan otak sehingga kecerdasan anak tidak maksimal. Selain itu, juga merupakan salah satu program prioritas Nasional.

Dia menekankan, bahwa stunting tidak hanya terjadi pada keluarga kurang mampu, tetapi juga bisa terjadi pada yang mampu sekalipun.

"Stunting ini perlu ditangani bersama, karena tidak hanya persoalan ekonomi semata, namun juga dari pola asuh pada orang tua yang keliru," ucap Sri.

Dikesempatan ini, Pj Wali Kota Sri juga menghimbau agar seluruh Camat dan Lurah wilayah kota Jambi bisa bekerja secara maksimal untuk menekan angka stunting. "Saya menghimbau untuk Kecamatan yang wilayahnya masih tinggi kasus stunting nya segera tangani dengan baik. Ditargetkan tahun 2024 ini ada penurunan yang signifikan," tegas Sri.

Lebih lanjut, Sri juga akan memaksimalkan bantuan anggaran kepada keluarga berisiko stunting ini. "Kita akan menaikan anggaran nya bila memungkinkan dari APBD, jika tidak kita memiliki banyak program, termasuk bapak asuh dan para mitra-mitra yang siap bekerjasama," jelas Sri.

"Mudah-mudahan dengan adanya berbagai program penanganan stunting di Kota Jambi ini, semakin cepat menurunkan resiko stunting di keluarga-keluarga kota Jambi," pungkas Sri.

Dengan tema "Menciptakan Generasi Emas Indonesia Bebas Stunting 2024", dalam laporannya, Plt Kepala DPPKB Kota Jambi M. Mulyadi Yatub menyampaikan, Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada keluarga berisiko stunting ini adalah yang kedua di Tahun 2024, dan menyasar pada 273 keluarga.

"Di Triwulan II ini keluarga berisiko stunting di Kota Jambi alami penurunan, yang awal nya pada tahun 2023 ada 314 keluarga, sementara tahun 2024 ini tercatat pada data Dinas Kesehatan dan Sosial hanya 273 keluarga. Itu semua tersebar diseluruh Kecamatan, " kata Yatub.

Yatub juga berharap, guna memaksimalkan bantuan kepada para keluarga berisiko stunting agar ada anggaran yang lebih dari Pemerintah kota Jambi khususnya.

"Dalam bantuan ini berisi 5 kilo beras 30 telur, dan 400 gram susu. Besar harapan kami untuk dapat support anggaran tambahan sehingga bisa lebih maksimal memberikan bantuan kepada para keluarga berisiko stunting ini," tukas Yatub.

Pada kesempatan ini turut hadir Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Sosial, Camat Jelutung, serta jajaran terkait di lingkup Pemerintah Kota Jambi.

Baca juga: DPPKBP3A Batanghari Tekan Angka Stunting, Minta Ibu Hamil dan Menyusui Datangi Posyandu

Baca juga: Berprestasi Turunkan Stunting, Pemkab Sarolangun Raih Penghargaan dari BKKBN Pusat

Baca juga: Angka Stunting di Provinsi Jambi masih Dibawah Target Nasional

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved