WAWANCARA EKSKLUSIF
Terungkap Penyebab Suara Partai Gelora di Pemlilu 2024 tak Signifikan, Fahri Hamzah, Seri II
"Itu lagi-lagi bagian dari prerogatif yang enggak usah kita ganggu-ganggu. Karena itu adalah wilayah presiden. Pak Prabowo itu seorang kesatria"
Pertama-tama, semua orang juga makan setiap hari. Dan juga di semua sekolah juga, sebagian besar sekolah juga sudah makan juga. Ada yang punya dapur sendiri, ada yang bawa dari rumah. Sistemnya bermacam-macam. Ide Pak Prabowo itu hanya untuk meyakinkan dan menjamin bahwa seluruh anak Indonesia, asupan nutrisinya itu cukup bagi dia untuk tumbuh menjadi generasi baru yang sehat otaknya, sehat fisiknya, sehat mentalnya, untuk menerima segala pelajaran yang ada. Sehingga mereka akan tumbuh menjadi Indonesia emas, generasi Indonesia Emas menyongsong 2045. Kan ide besarnya begitu.
Pelaksanaan teknis gampang. Sekarang orang itu lupa bahwa kita ini sudah punya Undang-Undang Desa, kita sudah membuat otonomi desa. Jadi melayani sekolah di seluruh Indonesia dengan memperkuat pemerintahan desa itu sudah selesai sebenarnya. Tidak ada yang rumit sebenarnya, karena pelayanan sosial itu di kita itu sudah berlangsung cukup lama.
Dan dengan memperkuat infrastruktur pelayanan di tingkat daerah sekarang ini dengan otonomi dan sebagainya, saya kira lebih dari sekadar makan pun itu sanggup dipikul oleh pemerintah daerah kita. Dan itu uangnya juga ada karena sebagian dari uang itu sudah teralokasikan sejak lama.
Lewat panduan sosial yang ada selama ini, ya? Saya kira berbaca-baca program, ya. Karena kita kan punya kebaterian pendidikan, kebaterian kesehatan, pertanian dan sebagainya itu sudah banyak sekali. Jadi saya kira itu bukan isu yang rumit begitu. Tidak ada yang rumit di situ.
Bang Fahri, bisa memberikan penjelasan tidak? Mengapa Partai Gelora perolehan di Pileg 2024 tidak begitu signifikan? Padahal banyak orang mengatakan didukung pemerintahan.
Kita lebih besar dari Partai Buruh, yang bukan pertama kali pemilu. Lebih besar dari PBB yang sudah ikut pemilu sejak tahun 1999. Lebih besar dari Partai Ummat, yang katanya ada histeria dukungan umat. Lebih besar dari PKN. Tapi lebih kecil dari PSI, ya? Kita lebih kecil dari PSP. Alasannya banyak ternyata ya. Tapi tadi itu, kalau ada konglomerat media kayak Alitabur juga tidak lolos threshold.
Dan sedikit di atas kita. Partai yang disebut dipimpin anaknya presiden juga tidak lolos threshold. Dan sedikit di atas kita. Itu juga pasti ada alasan yang rasional. Alasan rasionalnya itu adalah popularitas kita belum kuat. Struktur sumber daya kita sampai ke daerah belum kuat.
Sumber daya manusia kita bukanlah orang-orang yang sudah terbiasa dalam politik dan punya logistik dalam politik. Tetapi ada soal lain ya. Bahwa dalam sepempat abad pemilu kita ini, kita menemukan bahwa pengaruh logistik dalam pertarungan pemilu itu semakin kecil.
Jadi semakin dominan ya?
Ya, semakin dominan. Saya kira ini akan harus menjadi koreksi kita ke depan. Karena itulah saya terserah dari empat pemilu ini. Pilpres, DPD, DPR tingkat pusat, tingkat 1, tingkat 2.
Menurut saya, pilpres justru paling murni. Karena interaksi antara kandidat dengan rakyat itu paling intens sehingga kalau ada sumber daya lain, logistik dan sebagainya seperti tuduhan-tuduhan.
Tentang bansos dan sebagainya. Menurut saya, itu tidak masuk akal. Yang masuk akal itu adalah bahwa calon presiden itu paling dikenal oleh rakyat. Sehingga ketika dia memilih, dia memilih karena dia mengenal. Bukan karena soal-soal lain. Tapi begitu masuk ke DPD misalnya terlalu banyak.
DPR enggak ada gambarnya. DPR, D tingkat 1, tingkat 2 juga gak ada gambarnya. Jadi akhirnya karena DPR ini enggak pernah berdebat, tidak dikenal, tidak ada fotonya di situ. Akhirnya orang tidak bisa mengidentifikasi dia dalam gagasannya, perbedaan ide-nya dalam perdebatan. Karena itulah yang didekati kemudian yang lain-lain. Sehingga perang logistik itu semakin ke DPRD tingkat 2 itu semakin dahsyat.
Perang logistik, ya. Saya kira itu di antara sebabnya yang harus kita perbaiki ke depan. Sehingga kami percaya kalau suatu hari politik kita itu semakin memfasilitasi gagasan.
Kami percaya bahwa peluang kita akan ada. Tapi kalau semakin mengarah kepada perang logistik, itu mungkin agak rumit. Karena ya artinya itu adalah perang antara yang punya logistik.
Saksi Kata: Sesepuh Kenali Asam Atas Kota Jambi Siap Mati, Heran Zona Merah Pertamina |
![]() |
---|
SAKSI KATA Pasien Somasi RSUD Kota Jambi, Pengacara: Anak 4 Tahun Meninggal |
![]() |
---|
Juliana Wanita SAD Jambi Pertama yang Kuliah, Menyalakan Harapan dari Dalam Rimba |
![]() |
---|
SAKSI KATA: Pengakuan Rosdewi Ojol Jambi yang Akunnya Di-suspend karena Ribut vs Pelanggan |
![]() |
---|
SAKSI KATA: Pengakuan Ayah Ragil Soal 2 Polisi yang Bunuh Anaknya di Polsek Kumpeh Muaro Jambi |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.