Warga Sumay Diserang Pekerja PETI di Tebo, Jarinya Putus Disabet Parang
Eks pekerja penambangan emas tanpa izin (PETI) bernama Mushar mengalami pembacokan hingga jarinya putus.
Penulis: Wira Dani Damanik | Editor: Teguh Suprayitno
TRIBUNJAMBI.COM, MUARATEBO - Eks pekerja penambangan emas tanpa izin (PETI) bernama Mushar mengalami pembacokan hingga jarinya putus.
Dia merupakan warga Desa Tambun Arang, Kecamatan Sumay. Saat ini korban tersebut dirawat di RSUD Sultan Thaha Saifuddin (STS) Tebo.
Kronologi kejadian bermula saat Mushar bersama dua rekannya melakukan pekerjaan pada Senin (18/3) malam di Desa Semabu, Kecamatan Tebo Tengah yang jadi lokasi PETI.
Nahas, mereka ternyata mendapat pengintaian dari pekerja resmi dari akvitas PETI tersebut. Akhinya Mushar dan rekan-rekan mendapat kekerasan.
Akibatnya salah satu jari di tangan kiri Mushar putus dibacok oleh pelaku dan di bagian kaki kiri terdapat luka bekas lemparan.
Sedangkan dua rekannya yang ikut bekerja dengannya, melarikan diri dan tidak diketahui keberadaannya.
"Jadi waktu dibacok itu langsung lari, habis itu dilempar lagi. Saya sempat jatuh berkali-kali," kata Mushar, ditemui di RSUD STS, baru-baru ini.
Mushar mengaku saat itu dirinya langsung mencari tempat yang aman dari ancaman meski kondisinya sedang dalam terluka.
Kemudian keesokan harinya baru ia dibawa ke RSUD untuk mendapat perawatan.
Dia mengaku bahwa dirinya sempat jadi pekerja di tambang ilegal tersebut selama empat bulan. Kemudian tiga pekan sebelum bulan ramadhan, dirinya diberhentikan.
Selama ini dia mengaku mendapat tuduhan dari pihak pemilik PETI yang sering mencuri hasil PETI pada malam hari.
Karena tuduhan itu terus berlanjut, akhirnya dirinya bersama rekannya melakukan pencurian pada malam hari. Mushar mengaku saat hari pertama bekerja malam, dia dengan rekannya masih aman.
"Di hari kedua melakukan itulah baru ketahuan dan akhirnya kena bacok," katanya.
Mushar menerangkan dirinya terpaksa melakukan kegiatan pencurian hasil PETI milik mantan bosnya itu, karena sulitnya mendapat pekerjaan terutama menjelang lebaran.
"Ini kami kerjakan karena tuntutan hidup. Rupanya mengalami kekerasan dari sesama pekerja disana. Kami kan sudah tidak kerja resmi lagi di sana," katanya.
| Kominfo Batang Hari Gandeng Tribun Jambi, Tingkatkan Skill Digital Lewat Bimtek Konten |
|
|---|
| Update Kapal Tenggelam di Simbur Naik, 3 ABK Ditemukan Selamat |
|
|---|
| Dua Tersangka Korupsi Ujung Jabung Ditempatkan di Kamar Mapenaling |
|
|---|
| Komisi VIII DPR RI Pastikan Haji 2026 Aman, Jemaah Jambi Siap Berangkat |
|
|---|
| Bupati Anwar Sadat Serahkan 71 Sertifikat Tanah Konsolidasi untuk Warga Teluk Nilau |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Warga-Sumay-diserang-pekerja-peti.jpg)