Mengapa Keterangan Kematian Santri di Tebo Versi Dokter I Beda dengan RSUD dan Hasil Autopsi
Dia menjelaskan perkembangan kasus kematian Airul Harahap (13), bahwa ada perbedaan keterangan dokter yang mengeluarkan surat pertama soal kematian
Penulis: tribunjambi | Editor: Duanto AS
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Tim asistensi Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jambi dan Polres Tebo telah menambah saksi dalam kasus kematian Airul Harahap (13), santri Pondok Pesantren Raudhatu Mujawwidin Tebo.
Saksi yang diperiksa dari sesama santri rekan korban, pengurus pondok pesantren dan keterangan ahli (dokter).
"Sampai tadi malam (kemarin; red), kami telah melakukan pemeriksaan 54 orang saksi, yang terdiri dari santri, pengurus pondok, dokter klinik, dokter RSUD, serta saksi ahli dari dokter autopsi," kata Kombes Pol Andri Ananta Yudistira, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jambi, di Mapolda Jambi, Selasa (19/3).
Dia menjelaskan perkembangan kasus kematian Airul Harahap (13), bahwa ada perbedaan keterangan dokter yang mengeluarkan surat pertama soal kematian korban, dengan dokter yang memeriksa di RSUD Tebo dan juga hasil autopsi.
"Itulah yang kita dalami. Jadi, kemarin Polres Tebo telah membuat laporan model A terkait tindak pidana kesehatan dan pemalsuan surat yang sebagai mana yang dimaksud UU Nomor 17/2023 dan Pasal 27 ayat (1) KUHpidana yang terjadi di Klinik Rimbo Medical Center," jelasnya.
Saat ini, kepolisian melakukan dua penyelidikan atas kematian Airul Harahap.
Pertama, mengusut kasus penganiayaan dengan laporan tanggal 17 November 2023.
Kedua, laporan model A terkait UU kesehatan dan pemalsuan.
"Saat ini berproses dua-duanya. Sekarang kami telah mengirimkan tim ke sana untuk melakukan asistensi dan setiap harinya Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jambi melaksanakan gelar perkara," ujarnya.
Andri mengatakan ada beberapa saksi yang lebih dari dua kali diperiksa penyidik. Hal ini yang juga masih didalami, sebab harus diselesaikan dengan barang bukti yang telah disita polisi.
"Yaitu berupa video CCTV dengan durasi yang kita dapatkan kurang lebih 1 jam 15 menit, itu yang kita coba analisis kita lihat kesesuaiannya antara keterangan para saksi dengan apa yang dilihat di CCTV tersebut," kata Andri.
Sejauh ini, kata Andri, polisi memeriksa teman-teman korban dan pengurus pondok pesantren.
Nantinya polisi akan melihat keterangan, demi keterangan. Sebab, peristiwa terjadi di kawasan pondok pesantren.
"Bila dilihat tempat kejadian, di lantai dua serta di lantai tiga rooftop. Itu yang sedang kita analisis," tuturnya.
Ada kendala yang dihadapi kepolisian dalam mengusut peristiwa kematian santri itu.
Akhirnya Ahmad Sahroni Muncul Usai Rumahnya Hancur hingga Dijarah, Akui Takut Pulang ke Tanah Air |
![]() |
---|
BPJS Ketenagakerjaan Sampaikan Duka Mendalam, Ojol Affan Kurniawan Meninggal Saat Mencari Nafkah |
![]() |
---|
Nasib Satpam DPRD Imron Sempat Menangis Motornya Terbakar, Kini Diganti Willie Salim: Alhamdulillah |
![]() |
---|
Partai Perindo: Seruan Kebangsaan untuk Menyikapi Kekecewaan dan Amarah Publik |
![]() |
---|
Presiden Wajib Lakukan Dialog Kerakyatan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.