Berawal dari Coba-coba, Lisholihati Dapat Penghargaan Internasional

Lisholihati, mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Thaha Saifuddin Jambi mendapatkan penghargaan internasional berawal dari coba-coba.

Ist
Lisholihati, mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Thaha Saifuddin Jambi mendapatkan penghargaan internasional berawal dari coba-coba hingga menciptakan sebuah website yang mengasah softskill. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Menjadi seorang mahasiswa terkadang perlu menceburkan diri ke dalam dunia prestasi. Walaupun terkadang hanya ikut-ikutan, atau hanya coba-coba, tetapi dampak positifnya cukup baik.

Seperti halnya Lisholihati, seorang yang akrab disapa Lis merupakan mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Thaha Saifuddin Jambi.

Lisholihati mendapatkan penghargaan presentasi terbaik "Best Presentation" soal website yang telah dibuat bernama spesial.com berisi tentang softskill untuk anak usia 14 hingga 25 tahun.

"Sudah banyak materi yang kita masukkan di sana. Karena dilengkapi dengan fitur-fitur animasi, komik-komik gitu sih biar lebih menarik. Contoh softskill nya Public speaking, leadership, confidence," kata Lis.

Lis yang merupakan mahasiswi UIN bersama timnya dari berbagai kampus di Indonesia terdiri dari lima orang.

Karena berasal dari latar belakang yang berbeda, tim Lis memiliki berbagai keahlian dari mulai menggambar, IT, leadership, dan sebagainya.

"Saya sendiri sebagai orang yang (merancang-red) bagian leadership-nya dalam website itu," ungkapnya menceritakan.

Mereka sebelumnya punya gagasan lain yang hendak dituangkan menjadi sebuah karya dalam website tersebut.

"Ingin menggagas membuat website berisikan live streaming untuk orang tuna netra," kata dia.

Namun karena keterbatasan pengetahuan, maka dibuatlah website spesial.com yang juga dapat diakses untuk anak berkebutuhan khusus.

"Ketemunya ya berkomunikasi untuk membuat website ini melalui virtual (aplikasi zoom-red) kita diskusi, ngomong-ngomong, ngobrol-ngobrol, akhirnya keluar lah website spesial.com. Kita menyelesaikannya sebelum berangkat ke Malaysia," ceritanya.

Baca juga: Tamara-Arif dan Tiga Negara, Kisah Dua Mahasiswa UIN STS Jambi di Garuda Nusa Youth Summit

Baca juga: Tamara-Arif dan Tiga Negara, Kisah Dua Mahasiswa UIN STS Jambi di Garuda Nusa Youth Summit

Padahal banyak ide dari karya-karya kelompok peserta lain yang menurut Lis lebih baik, namun milik mereka memiliki kelebihan tersendiri.

Karya tersebut memang betul-betul telah siap pakai dengan kelengkapan di dalamnya, dan itulah yang membuat mereka mendapatkan penghargaan tersebut.

"Karena bahkan sudah ada testimoninya juga website yang dari kelompok kami," jelasnya.

Mengingat ceritanya bisa lolos menjadi salah satu delegasi ini, awal mula Lis mengikuti program ini berawal dari suatu malam ia sedang mengerjakan tugas kuliah.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved