Berita Muaro Jambi
Bachyuni Deliansyah Terima Penghargaan Muaro Jambi Bebas Frambusia
Penjabat Bupati Muaro Jambi Bachyuni Deliansyah bersama 98 Kepala Daerah lainnya mendapatkan penghargaan berupa Sertifikat Bebas Frambusia
TRIBUNJAMBI .COM, SENGETI - Penjabat Bupati Muaro Jambi Bachyuni Deliansyah bersama 98 Kepala Daerah lainnya mendapatkan penghargaan berupa Sertifikat Bebas Frambusia dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, di Hotel Grand Syahid Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (6/3).
Sertifikat diterima langsung oleh Pj Bupati Bachyuni Deliansyah dari Menkes, Budi Gunadi Sadikin yang didampingi oleh Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Maxi Rein Rondonuwu.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muaro Jambi Afifuddin dan sejumlah pejabat di dinas Kesehatan Kabupaten Muaro Jambi.
Usai menerima penghargaan, Pj Bupati Bachyuni Deliansyah menyampaikan, terima kasih atas sinergi semua pihak sehingga Kabupaten Muaro Jambi menjadi daerah yang berpredikat bebas frambusia .
“Terima kasih atas sinergi semua pihak yang telah mewujudkan Kabupaten Muaro Jambi menjadi daerah yang dinyatakan bebas dari frambusia,” kata Pj Bupati Muaro Jambi, Bachyuni Deliansyah.
Baca juga: Kapolda Jambi Rusdi Hartono Terima silaturahmi perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi
Baca juga: Gubernur Al Haris Berharap Tim Gugus Tugas PAUD-HI Wujud Komitmen Hak Tumbuh Kembang Anak Usia Dini
Lebih lanjut, Pj Bupati mengatakan, bahwa untuk menjadikan Kabupaten Muaro Jambi bebas frambusia ada berbagai upaya yang telah dilakukan.
"Untuk mencegah frambusia deteksi dini untuk terus kita lakukan khususnya pada anak-anak. Salah satunya saat skrining kesehatan secara rutin di Posyandu dan pemeriksaan kesehatan di sekolah dasar," ujarnya.
Pj Bupati Bachyuni menyebut, Menkes RI berpesan bahwa penyakit tropis terabaikan atau Neglected Tropical Diseases (NTDs) yaitu disebabkan oleh patogen dan untuk menghadapi penyakit ini ada empat hal yang harus dilakukan.
“Menghadapi penyakit ini ada empat jurusnya pertama protkesnya harus kita jaga, kedua surveillansnya mesti bagus, ketiga kalau ada vaksin kita kasih vaksin, dan keempat adalah perawatannya atau obat-obatannya,” sebut Pj Bupati.
Frambusia merupakan infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum pertenue. Penyakit ini cenderung disebabkan oleh lingkungan yang kumuh dan kurangnya penerapan perilaku hidup bersih dan sehat seperti jarang mandi dan jarang berganti pakaian.
Kadis Kesehatan Kabupaten Muaro Jambi Afifuddin menyebut jika pihaknya akan terus melakukan yang terbaik untuk Muaro Jambi.
"Terimakasih kepada seluruh masyarakat yang telah mendukung program dari pemerintah," kata Afifuddin. (*)
Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News
Baca juga: Ini Penyebab KPU Tebo Berhentikan Sementara PPK Sumay dan Tengah Ilir
Baca juga: Raih 1.794 Suara, Maria Magdalena 4 Periode Jadi Anggota DPRD Kota Jambi
Baca juga: BREAKING NEWS: KPU Tebo Berhentikan Sementara PPK Sumay dan Tengah Ilir