Khazanah Islami

Jelang Ramadhan 1445 Hijriah, Begini Tata Cara Ziarah Kubur yang Dianjurkan

Ramadhan 1445 hijriah tradisi ziarah kubur menjadi salah satu amalan yang banyak dilakukan umat Islam.

Penulis: Heri Prihartono | Editor: Heri Prihartono
TRIBUNJAMBI/MAREZA SUTAN AJ
Warga sedang melakukan ziarah kubur jelang Ramadan 

- Tidak boleh mencium atau menyapu dengan tangan untuk minta berkah, karena hal itu menjurus ke arah kemusyrikan

- Berdoa

Hendaknya menyampaikan doa kepada Allah SWT yang berisi mohon ampunan, rahmat, dan keselamatan.

Sementara itu, dalam materi Ziarah Kubur yang pernah ditulis oleh dr Ahmadi dari Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, inilah tata cara ziarah kubur:

- Waktunya yang lebih utama adalah pada Jumat, Sabtu, Senin, dan Kamis.

- Saat di hadapan kuburan lebih baik dalam keadaan berdiri.

Begitu juga saat membacakan doa bagi mereka sebagaimana yang telah dilakukan oleh Rasulullah saat berziarah ke Bagi'.

- Bacaannya bagi peziarah adalah membaca Surat Yasin atau membaca apa yang mudah dari Alquran, surat al-Fatehah atau lainnya, awal surat Al-Baqarah hingga al-Muflihhun, Ayat Kursi, Aamana Rasul, surat Al-Mulk, surat at-Takatsur, al-Ikhlas

Kemudian di akhir dengan membaca:


"Allahumma aushil tsawaba maa qara'naahu ilaa fulan [menyebut nama yang diziarahi] au ilaihim."

Artinya: Ya Allah, sampaikanlah pahala apa yang telah kami baca kepada fulan atau mereka.

- Baik bila dia dapat bersedekah diniatkan pahala bagi saudara-saudaranya yang telah meninggal dunia.

- Dianjurkan untuk membacakan sholawat untuk Nabi SAW karena berkat beliau kita dikeluarkan oleh Allah SWT dari kejahilan pada tauhid.

- Membuka alas kaki saat memasuki pekuburan, untuk tempat yang bersih atau suci

Bila tempatnya tidak bersih dan suci, alas kaki tidak perlu dilepas

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved