Pemilu 2024
Ketua Bawaslu Ungkap Kondisi Surat Suara di Pemilu 2024
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) ungkap kondisi surat suara yang akan digunakan dalam Pemilu 2024 mendatang.
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Bawaslu temukan kualitas surat suara yang seharusnya warna biru menjadi warna orange penandanya, dan temukan kertas suara rusak.
TRIBUNJAMBI.COM - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) ungkap kondisi surat suara yang akan digunakan dalam Pemilu 2024 mendatang.
Kondisi itu diungkapkan langsung Ketua Bawaslu, Rahmat Bagja.
Bahkan dia menilai bahwa kualitasnya menjadi masalah yang paling krusial dalam pesta demokrasi pada 2024 ini.
Rahmat Bagja mengungkapkan hal itu berdasarkan temuan tim di lapangan.
Diantara temuan tersebut terkait dengan warna penanda pada kertas suara.
“Pertama kualitas surat suara, kita sudah mulai berbicara kualitas surat suara karena ada beberapa temuan di lapangan, surat suara yang seharusnya misalnya warna biru, (jadi warna) orange penandanya,” ucap ungkap Rahmat Bagja dalam dialog Sapa Indonesia Pagi KOMPAS TV, Rabu (10/1/2024).
Tak hanya pada warna, Rahmat Bagja juga mengungkapkan temuan di lapangan terkait nomor hingga kertas suara yang rusak.
Baca juga: Ketua TKD Penuhi Panggilan Bawaslu Terkait Makan Siang di Rumah Dinas Bupati
Baca juga: Megawati Optimis Ganjar-Mahfud Menang 1 Putaran di Pilpres 2024: Semoga Allah Meridhoi
Baca juga: Gempa Terkini 2 Kali Guncang Nias Selatan, Magnitudo 5.2 & 5.1, Berselang 1 Detik, Simak Lengkapnya
“Kemudian ada yang nomornya kurang jelas, kemudian juga ada surat suara rusak yang kemudian ada di percetakan dilakukan proses-proses, apa pembakaran sesuai prosedurnya di percetakan, seperti apa, nah itu yang kemudian harus dilihat,” ujarnya.
Namun, kata Bagja, untuk mengawasi proses logistik pemilu bukanlah hal yang mudah dilakukan bagi pihaknya.
Dalam satu kondisi, Bagja mengungkapkan bukan hanya tidak boleh masuk tapi pernah diminta melepas baju dengan atribusi Bawaslu untuk bisa masuk percetakan.
“Kami juga tahu sebenarnya untuk kemudian agar tidak mengganggu proses, kami ngerti. Tapi kadang-kadang di lapangan dipersulit, pernah ada miskomunikasi misalnya, kami tidak diperkenankan pakai atribut Bawaslu ketika masuk percetakan,” jelas Bagja.
“Saya protes langung ke Pak Sekjen KPU, ini apa-apaan begini caranya, kalau tidak boleh mengawasi kami ya akan kemudian siap head to head dengan KPU, akhirnya diperbolehkan.”
Selain surat suara, Bagja juga mengkritisi sikap tertutup KPU untuk sistem informasi logistik.
“Ini terulang kembali, ketertutupan sistem informasi di KPU. Sebenarnya (KPU) harus melakukan terbuka, semakin terbuka, (bukan) semakin tertutup,” ujar Rahmat Bagja.
Baca juga: Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, Bandara Gewayantana Ditutup 82 Penumpang Batal Terbang
“Silog, kami hanya buka di awalnya saja, kedalamannya tidak, kapan dikirim dan bagaimana kan tidak, alurnya tidak, sampai di mana dan bagaimana, seharusnya kan janjinya kan demikian. Jadi surat suara atau logistik terkirim kapan, jam berapa.”
| Gugatan Ditolak MK, PPP Gagal Lolos ke DPR RI, Efek Konflik Internal atau Dukungan Capres? |
|
|---|
| Puan Maharani Kembali Jadi Ketua DPR RI Periode 2024-2029, Hasto: Sesuai Arahan Bu Megawati |
|
|---|
| Jadwal Sidang Gugatan Pileg dan Pilpres 2024 di MK, Putusan 22 April 2024 |
|
|---|
| Ini 3 Parpol di Jambi yang Mengajukan Hasil Pileg 2024 ke MK, Mulai DPR RI, DPRD Provinsi, Kabupaten |
|
|---|
| AHY Bersyukur Demokrat Pindah dari Koalisi Perubahan, Ungkit 'Luka' Jika Bertahan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/20240110-contoh-surat-suara-pemilu-2024.jpg)