Pileg 2024

Caleg Bursah Zarnubi, Bangun Ekonomi Masyarakat dari Sektor Agraris di Jambi

Tokoh nasional asal Sumatera Selatan, Bursah Zarnubi akan bertarung di Pileg 2024 sebagai Calon anggota DPR RI dapil Jambi.

|
Penulis: Danang Noprianto | Editor: Herupitra
istimewa
Caleg DPR RI Dapil Jambi Bursah Zarnubi berdialog dengan masyarakat Sungai Gelam, Rabu (27/12/2023). 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Tokoh nasional asal Sumatera Selatan, Bursah Zarnubi akan bertarung di Pileg 2024 sebagai Calon anggota DPR RI dapil Jambi.

Kali ini, mantan Ketua Umum Partai Bintang Reformasi (PBR) ini mewakili Partai Demokrat.  

Sebelumnya, Tahun 2004-2009 ia pernah menjadi anggota DPR RI.

"Saya ditugaskan untuk maju DPR RI dari dapil Jambi, karena kebetulan Jambi ini juga wilayah saya, saya punya teman, keluarga dan jaringan, sedikit banyak saya tahu demografi dan geografi di sini," jelas Bursah Zarnubi saat podcast Politictaiment Tribun Jambi, pertengahan Desember lalu. 

Pria kelahiran Lahat, 29 Januari 1959 ini mengatakan Jambi tak asing lagi baginya. Sejak di PBR ia sudah sering berkunjung ke Jambi.

"Jaringan aktivis banyak di Jambi, dari HMI, GMNI, KAMI, IMM. Nanti mantan ketuanya berkumpul di sini awal Januari, mengumpulkan kawan-kawan aktivis supaya di tiap kabupaten itu bisa merekrut, memobilisasi memberi dukungan," ujarnya.

Baca juga: Mantan Ketum PBR Bursah Zarnubi Maju sebagai Caleg DPR RI Dapil Jambi

Bagi Bursah Zarnubi, dengan sudut kultur, adat dan budaya yang mirip dengan daerah asalnya membuat Jambi bukan daerah asing baginya.

Secara geografis, Jambi yang berada di jajaran gunung bukit barisan mempunyai kesuburan sama, jenis tanaman dan ikan di sungai yang hampir sama dari Aceh hingga Sumbagsel.

Begitupun terkait permasalahan, Jambi mempunyai kesamaan dengan daerah lain, misal soal kesejahteraan dan pertanian. 

Di persawahan soal cetak sawah, jika ingin mengatasi impor solusinya dengan cetak sawah. 

"Jadi tidak impor lagi, karena impor tidak cocok dengan strategi pembangunan sejak proklamasi, orde lama, orde baru yang menjauhkan masyarakat kita dari pertanian," imbuhnya. 

Lama-lama kan jadi buruh mereka, karena kehilangan kesempatan kembangkan produksi pertanian. Jadi problem di Jambi ini hampir sama dengan daerah lain, baik kesejahteraan, ketimpangan pendidikan, kemiskinan yang berawal dari ketiadaan produksi. 

"Ketiadaan produksi sumber kemiskinan, semakin banyak produksi akan mendatangkan income. Semakin banyak penghasilan akan menunjang kebutuhan pendidikan, rumah, kesehatan dan lainnya." tuturnya bijak.

Pertanian adalah tulang punggung rakyat Indonesia, pembangunan harus merata di desa dan kota. Sehingga fenomena anak muda berimigrasi ke kota dapat diatasi karena ketiadaan 'madu' di desa.

"Supaya orang tidak tinggalkan desa, majukan pendidikan, remajakan pertanian," tambahnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Komentar

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved