SMAN 5 Diserang Oleh Pelajar SMKN
SMAN 5 Kota Jambi Diserang, Pedagang Sebut Hampir Terkena Lemparan Batu
Puluhan pelajar diduga SMKN 3 kota Jambi melakukan aksi penyerangan ke SMAN 5 Kota Jambi di jalan Arif Rahman Hakim, kecamatan Telanaipura
Penulis: Rifani Halim | Editor: Herupitra
TRIBUNJAMBI.COM,JAMBI - Puluhan pelajar diduga SMKN 3 kota Jambi melakukan aksi penyerangan ke SMAN 5 Kota Jambi di jalan Arif Rahman Hakim, kecamatan Telanaipura, pada Senin (13/11/2023) sekira 11.10 WIB.
Kholik salah satu pedagang di depan SMAN 5 kota Jambi yang menjadi saksi mata saat penyerangan tersebut menerangkan, saat kejadian dirinya sedang berada di dalam pagar sekolah.
"Saya kebetulan berada di depan pintu (pagar sekolah), meraka datang banyak ngomong teriak keluar-keluar nyuruh anak SMA 5 dan menghajar pintu itu," kata Kholik.
Lanjutnya, pelajar yang melakukan penyerangan terhadap SMAN 5 kota Jambi ini menendang pagar sekolah hingga roboh dan patah.
"Pintu itu ( pagar sekolah) ditendang sampai roboh," ujarnya.
Baca juga: BREAKINGNEWS: SMAN 5 Kota Jambi Diserang Puluhan Pelajar Diduga SMKN 3
Baca juga: Cara Hitung Kenaikan Upah Minimum 2024, Berapa Kenaikan UMP 2024?
Kholik menyebut, saat penyerangan pedagang yang berjualan didepan tidak berani bertindak karena ditakutkan menjadi korban tindakan anarkis para pelajar tersebut.
"Dak gerak sama sekali, dihujani batu semua, aku hampir kena. Batu sampai pos satpam. Motor dak ada kena, pedagang juga dak ada," sebutnya.
Menurutnya, kejadian penyerangan ini baru kali ini terjadi dalam waktu terakhir. Sebelumnya belum ada penyerangan yang terjadi ke SMAN 5 kota Jambi.
"Baru kali ini lah saya jualan es sama roti, gerobak aman lah," tuturnya.
Sebelumnya, salah satu security SMAN 5 Kota Jambi Dedi mengaku saat itu pelajar yang diduga dari SMKN di kota Jambi ramai berboncengan menggunakan sepeda motor langsung menyerang.
"Langsung tiba-tiba nyerang ancur pintu pagar ini, ramainya mungkin ada 50 orang ada yang 1 motor bertiga dan berdua," kata Dedi security sekolah.
Selain menghancurkan pagar, menurutnya pelajar yang menyerang SMAN 5 itu juga menghujani batu dari luar pagar menuju dalam pagar.
"Hancur pagar tu, langsung melemparkan batu. Alhamdulillah dak ado korban kena," ujarnya.
Dia menyebutkan, tidak ada penyerangan balik dari siswa SMAN 5, hal itu dikarenakan penyerangan terjadi saat para siswa sedang dalam jam pelajaran.
"Tidak ada serangan balik, posisi anak-anak lagi belajar. Aman security dak ada yang terkena lemparan batu atau lain," sebutnya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.