Berita Jambi

Sepekan Setelah Kejadian, Pelaku Akhirnya Diserahkan Orangtua dan Kepala Desa ke Kantor Polisi

Tiga pelaku pengeroyokan dan penganiayaan sesama pelajar SMAN 4 Sarolangun, diserahkan ke Polres Sarolangun.

|
Penulis: Rifani Halim | Editor: Deni Satria Budi
ist
PJ Bupati Sarolangun, Bachril Bakri (dua dari kanan) saat berkunjung ke rumah duka di Mandiangin. Tiga pelajar pelaku penganiayaan dalam Kasus tersebut sudah diserahkan orangtua dan kades ke pihak kepolisian 

"Kami habis mandi buka pintu, di situ saya melihat dengan mata kepala sendiri ayah kami diseret, kami didorong polisi, minta kami disuruh pulang, dan saya terus kejar ayah kami dibawa dan dimasukan ke mobil. Dan, kami kehilangan arah ayah kami tidak tau lagi, kondisinya tidak berdaya lagi, waktu itu kondisi saya menangis histeris minta tolong," kisahnya.

Dikethui, almarhum meninggalkan tiga orang anak, yang paling kecil masih SMA, anak pertama sudah menikah, dan anak kedua baru selesai wisuda.

"Kami minta keadilan atas meninggalnya ayah kami, ampai saat ini kami pihak keluarga masih terpukul. Anehnya lagi saat lagi berduka, pihak kepolisian tidak ada yang kunjungan ke rumah kami, namun pihak TNI yang ramai di rumah hingga bawa jenazah ayah kami ke pemakaman," tutupnya.

Sementara itu, Kasubbid Penmas, Bidhumas Polda Jambi, Kompol Mas Edy mengiyakan adanya laporan soal penganiayaan ke Polres Sarolangun, pada Sabtu 4 November 2023, dengan STPL nomor 86.

"Benar pada tanggal 4 November, keluarga korban yang meninggal dunia yakni istri korban, membuat laporan ke Polres Sarolangun," kata Mas Edy, saat dikonfirmasi di Polda Jambi, Senin (6/11).

Edy menyebut, istri korban melaporkan atas dugaan penganiayaan yang dilakukan terhadap suaminya.

Saat ini kata Edy, polisi sedang melakukan penyelidikan terhadap laporan tersebut dan mengumpulkan informasi dan keterangan.

"Polisi akan mengumpulkan informasi dan keterangan di lapangan, dari siapapun itu dari masyarakat, dari petugas kita, aparat desa dan semua pihak yang mempunyai informasi tentang kejadian itu. Jadi, ini masih dalam penyelidikan," sebut Edy.

Di sisis lain, Edy juga menjelaskan, saat ini pemblokiran jalan nasional Sarolangun-Jambi sudah tidak lagi dilakukan oleh masyarakat.

Hal tersebut dikarenakan sudah adanya perundingan antara kelompok masyarakat dengan aparat pemerintah, serta aparat kepolisian.

Menurutnya, para pihak telah sepakat, pemblokiran jalan dibuka pada Sabtu lalu dan tidak ada lagi pemblokiran setelah itu, karena berdampak besar dan merugikan semua pihak.

Selain itu, tuntutan warga soal enam warga yang sempat ditahan oleh aparat saat pemblokiran tersebut, untuk dikembalikan kepada pihak keluarga masing-masing, sudah dilakukan oleh pihak kepolisian.

"Bila ada pemblokiran lagi, maka yang akan bertanggungjawab pihak camat dan Kades Mandiangin Serumpun. Itulah kesepakatan dari semua pihak," ungkapnya.

"Untuk permasalahan lainnya, sedang dalam penyelidikan," tambah Mas Edy.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Sarolangun, Iptu Cindo Kottama saaat dikonfirmasi mengiyakan adanya laporan dari keluarga korban.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved