Berita Jambi

Dosen Unja Manfaatkan Limbah Kulit Kopi Menjadi Bahan Bakar Alternatif Biopelet di Desa Jati Mulyo

Kegiatan inilah yang dilakuan Tim Pengabdian kepada masyarakat Universitas Jambi (Unja).

Penulis: Deni Satria Budi | Editor: Deni Satria Budi
Tribunjambi.com/istimewa
Tim Pengabdian Tim PPM Unja di Desa Jati Mulyo, Tanjab Timur, bersama warga memanfaatkan limbah kulit Kopi menjadi bahan bakar alternatif Biopelet 

LIMBAH kulit kopi, diolah dan dimanfaatkan menjadi sumber bahan bakar alternatif terbarukan, berupa biopelet (jenis bahan bakar padat berbasis limbah biomassa berbentuk pelet).

Kegiatan inilah yang dilakuan Tim Pengabdian kepada masyarakat Universitas Jambi (Unja).

Kegiatan pengabdian yang dilaksanakan tim pengabdian di Desa Jati Mulyo, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjab Timur) pada 5 oktober 2023 itu berupa kegiatan sosialisasi tentang pemanfaatan potensi limbah kulit kopi, untuk dijadikan sebagai bahan bakar padat dan demonstrasi pembuatan biopelet dari kulit kopi.

Kepala Desa Jati Mulyo, Suyoto berharap kegiatan tersebut memberikan dampak yang baik bagi kegiatan warga setempat, dalam mengelola limbah hasil perkebunan.

"Selain itu, ini menjadi peluang usaha bagi masyarakat yang berminat untuk melanjutkannya," sebut Suyoto, baru-baru ini.

Ketua Tim PPM Unja, Sutrisno menjelaskan, biopelet dari limbah kulit kopi, menjadi solusi untuk mengatasi dampak buruk limbah kulit kopi bagi lingkungan.

Sekaligus mendorong kemandirian warga desa sentra kopi yang berada di Desa Jati Mulyo dalam memenuhi kebutuhan bahan bakar, mengingat harga bahan bakar minyak (BBM) yang sudah naik.

Tim Pengabdian PPM Unja bersama warga Desa Jati Mulyo, Kabupaten Tanjung Jabung Timur
Tim Pengabdian PPM Unja bersama warga Desa Jati Mulyo, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tribunjambi.com/istimewa)

Untuk diketahui, kulit kopi bersifat asam sehingga dalam jumlah banyak, tentu tidak bagus bagi kondisi tanah dan air.

Bahkan ketika limbah kulit kopi dibuang ke sungai, maka dampaknya akan mencemari lingkungan, hingga merusak biota sungai.

Biopelet merupakan jenis bahan bakar padat berbasis limbah dengan ukuran lebih kecil dari ukuran briket.

Kelebihan biopelet sebagai bahan bakar antara lain memiliki densitas tinggi, mudah dalam penyimpanan dan pembuatannya.

Menurut Sutrisno, faktor utama yang mempengaruhi kekuatan dan ketahanan dari pelet adalah bahan baku, kadar air, ukuran partikel, kondisi pengempaan, penambahan perekat, alat densifikasi, dan perlakuan setelah proses produksi.

Pada kegiatan demonstrasi, Tim PPM melakukan demo pembuatan biopelet bersama masyarakat setempat.

Mereka (Tim PPM Unja) melatih masyarakat dalam prosedur pembuatan bahan biopelet dan proses pencetakan menggunakan alat, hingga dihasilkan produk biopelet

Pelaksanaan kegiatan pengabdian di Desa Jati Mulyo tersebut, ditutup dengan penyerahan seperangkat alat dan bahan pembuatan biopelet dari limbah kulit kopi oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Jambi. (deni satria budi)

Baca juga: Unja Jalin Kerja Sama dengan FIG DIRECT Sdn. Bhd. Malaysia dan Kurukshetra University in India

Baca juga: Dosen Unja Kembangkan Artificial Luwak untuk Tingkatkan Kualitas Kopi Liberika Jambi

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved