Berita Tanjab Timur

Tengkulak Pinang di Tanjab Timur Mengeluh Harga Turun, Kini Beralih Fungsi jadi Petani Sayur

Melihat kondisi ini, tentunya tengkulak dan petani pinang harus berputar otak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari

Penulis: anas al hakim | Editor: Rahimin
tribunjambi/anas alhakim
Sejumlah tengkulak dan petani pinang di Kabupaten Tanjung Jabung Timur mengeluh karena harga pinang semakin terpuruk. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK-  Sejumlah tengkulak dan petani pinang di Kabupaten Tanjung Jabung Timur mengeluh karena harga pinang semakin terpuruk.

Bahkan, mereka merugi ketika harga beli tinggi justru saat menjual kembali menjadi anjlok, bukannya untung malah buntung.

Petani dan tengkulak mengeluh karena sampai detik ini upaya pemerintah belum membuahkan hasil, hanya bertahan beberapa hari.

Melihat kondisi ini, tentunya tengkulak dan petani pinang harus berputar otak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Seperti yang dikatakan Ramlan seorang tengkulak pinang dari Dusun Jumantan Kelurahan Talang Babat Tanjung Jabung Timur.

Ia rencananya akan membuka lahan perkebunan dan akan menanam sayuran, karena harga pinang anjlok.

Dengan bermodalkan lahan kurang lebih 1 hektare, ia yakin akan membalikan keadaan. Kalau terus bertahan di pinang semakin lama semakin habis harta karena terus rugi. 

"Terus terang kalau masih bertahan di pinang ini, semakin lama semakin habis harta, tekor terus masalahnya, bahkan tabungan pun habis," jelasnya, Rabu (10/10/2023).

Sementara itu, Aini petani pinang juga mengatakan hal yang sama.

Menurutnya, untuk 2023 ini sepertinya harga pinang tak bisa diharapkan semakin hari semakin ambruk. 

"Yang jelas 2023 ini harga pinang tidak bisa diharapkan, karena masuk tahun politik yang memerlukan biaya besar. Sepertinya pemerintah tak memikirkan kesitu lagi, apalagi barang yang sudah ambruk macam ini," ujarnya. 

"Memang sempat naik harganya sampai Rp 8000 perkilogram itupun cuman 1 mingguan. Kalau dak salah dua kali jual sekarang turun lagi, dan turunnya yang tak sesusai disitu kadang kita mengalami kerugian yang besar," pungkasnya.

Baca berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Harga Pinang Terus Anjlok, Bupati Tanjabtim: Kita Sedang Berusaha Keras

Baca juga: Setelah Harga Pinang Anjlok, Kini Harga Kelapa di Tanjabtim Ikut Remuk

Baca juga: Harga Pinang Kian Terpuruk di Tanjabtim, Banyak Petani Banyak Beralih ke Sawit

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved