Setelah Harga Pinang Anjlok, Kini Harga Kelapa di Tanjabtim Ikut Remuk
Setelah harga komoditi buah pinang anjlok, kali ini giliran harga kelapa dalam dikeluhkan petani di Tanjabtim.
Penulis: anas al hakim | Editor: Teguh Suprayitno
TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Setelah harga komoditi buah pinang anjlok, kali ini giliran harga kelapa dalam dikeluhkan petani di Tanjabtim.
Pasalnya, saat ini harga kelapa dalam hanya dihargai Rp. 1000 per butir, bahkan sampai dibawah itu.
Keluhan ini disampaikan Adnan, satu diantara petani kelapa yang ada di Kecamatan Kuala Jambi, Kabupaten Tanjabtim. ia mengatakan, bahwa kondisi ini sudah terjadi sejak satu bulan terkahir. Sehingga petani harus mikir dua kali jika ingin panen.
"Sudah lah pinang tak berharga, ditambah lagi sekarang harga kelapa yang ikut turun, jadi kami petani ini bingung," jelasnya, Rabu (26/07/23).
Menurutnya, kalau harga hanya Rp 1000 per butir, petani tidak dapat apa-apa. Sebab, dari harga tersebut banyak kost yang harus dikeluarkan, seperti upah ngarit kelapa, upah kocek dan transportasi. Jadi yang punya kebun tidak dapat apa-apa.
"Hancur nian sekarang bang, apalagi kalau penampung mau ngambil dibawah Rp1000, tambah pening kami bang," ujarnya.
Harga Rp1000 per butir, itu harga kelapa bulat, berbeda dengan kelapa jambul sedikit tinggi, yaitu Rp1500 per butir. Kalau harga sebelumnya yang bulat Rp1200 per butir, sedangkan kelapa jambul yaitu Rp1700 per butir.
"Kalau harga sebelumnya kami petani masih dapat bang, tapi kalau harga sekarang cuma sedikit," pungkasnya.
Baca juga: Harga Kelapa Anjlok, Petani di Tanjabtimur Berharap Bantuan dari Pemerintah
Baca juga: Harga Pinang Anjlok di Tanjabtim, Petani Kecewa Hingga Tebang Pohon
Baca juga: Petani Pinang Lesu, Bupati Tanjung Jabung Timur Romi Hariyanto Ambil Langkah Terobos Pasar Ekspor
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Harga-kelapa-di-Tanjabtim-anjlok.jpg)