Kisah Korban Penculikan Praka RM Cs

Kisah Korban Lain Penculikan Praka RM Cs, Oknum TNI Aniaya Warga Aceh Hingga Meninggal

Berikut kisah korban penculikan Praka RM Cs, terduga pelaku penganiayaan Imam Masykur hingga meninggal dunia.

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
serambinewss.com/Kolase Tribun Jambi
Berikut kisah korban penculikan Praka RM Cs, terduga pelaku penganiayaan Imam Masykur hingga meninggal dunia. 

TRIBUNJAMBI.COM - Berikut kisah korban penculikan Praka RM Cs, terduga pelaku penganiayaan Imam Masykur hingga meninggal dunia.

Pemuda berusia 25 tahun itu meninggal dunia dikabarkan setelah dilakukan penyiksaan oleh pelaku di Jakarta.

Awalnya kabar korban meninggal diketahui melalui pesan WhatApss yang beredar luas pada Sabtu (26/8/2023) lalu.

Namun ternyata Imam Masykur telah meninggal dunia 10 hari sebelum mencuat ke publik.

Saat ini tiga orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Ketiga orang tersebut merupakan oknum TNI dan satu diantaranya oknum Paspampres.

Belakangan diketahui bahwa ternyata korban dalam kasus tersebut tidak hanya Imam Masykur.

Baca juga: Hasil Visum Imam Maskur, Warga Aceh yang Dianiaya Anggota Paspampres dan TNI, Disebut Asfiksia

Baca juga: Update Oknum TNI Aniaya Warga Sipil, Ibunda Imam Masykur Bertemu 3 Pelaku: Lebih Kejam dari PKI

Baca juga: Update Oknum Paspampres Aniaya Warga Sipil, Polri Kini Dalami Dugaan Peredaran Obat Ilegal

Ada beberapa korban lainnya yang sempat mengalami penculikan dan penganiayaan.

Dilansir dari Youtube Serambinews dalam wawancara eksklusif mengfhadirkan korban lainnya.

Dalam keterangannya, narasumber tersebut menjelaskan kronologi dan cara pelaku melakukan penangkapan.

Dia menyebutkan bahwa penculikan yang dialaminya terjadi saat menjelang hari raya Idul Fitri 2023.

Dia meneybutkan bahwa kejadiannya pukul 14 siang, saya ke toko untuk antar barang supaya ada barang untuk dijual," ujarnya.

Dia kemudian masuk ke dalam toko untuk beristirahat sejenak dan meminta anak buat membeli rokok dan kopi.

"Begitu anak buah saya kembali, saat itu juga perampok itu masuk ke dalam toko saya," katanya.

Dia menyebutkan bahwa perampok tersebut berjumlah empat orang.

Baca juga: Mantan Komandan Paspampres Sebut Ada Keanehan pada Kasus Warga Aceh Tewas Dianiaya Anggota TNI

Narasumber itu meyakini bahwa diantara keempat orang tersebut terdapat diantaranya Praka RM.

"Itu saya yakin, pasti komplotan dia (Praka RM), walaupun ada kejadian-kejadian sebelumnya. Sebab begini, kalau yang merampok itu orang jawa, mereka nggak berani minta uang lebih dari Rp 5 juta," ungkapnya.

Dia mengatakan itu bahwa warga Jawa tidak mengetahui kelemahan orang Aceh ketika melakukan perampokan.

Untuk melancarkan aksinya, para pelaku mengaku dari institusi penegak hukum dengan senjata lengkap.

"Mereka datang dengan senjata lengkap, yang paling lengkap itu ya RM (Praka RM) itu,"

"Mereka langsung masuk dan meminta kami meletakkan handphone diatas meja, lalu saya bilang 'saya tidak kerja disini, saya cuma numpang merokok dan ngopi', sengaja saya bilang gitu biar nggak kena kami dua," ujarnya.

"Kalau nanti anak buah saya aja yang kenak, saya masih bisa selamatkan dia. Tapi kalau saya kenak anak buah saya juga kenak, nggak ada yang menyelamatkan,"

Namun saat itu para perampok itu memaksa untuk meletakkan handphone diatas meja.

Setelah hp diletakan, orang yang diduga Praka RM melakukan pemukulan terhadap korban.

Kemudian para pelaku memborgol narasumber dan anak buahnya dan dibawa ke dalam mobil.

"Di dalam mobil kami ditanya sama siapa kalian koordinasi jualan disini, kami bilang suda berkoordinasi dengan perangkat desa dan lainnya, makanya kami berani jualan disini,"

Saat itu Praka RM mengaku tidak mengetahui bahwa korban telah berkoordinasi untuk berjualan di kawasan tersebut.

Meski demikian, korban menyebutkan akan membuka koordinasi baru dengan Praka RM dkk.

Bahkan dia menawarkan porsi setoran yang akan diberikan jika berkoordinasi ke Praka RM.

Namun saat dia tidak bersedia dan mengatakan akan membawa korban ke kantor.

"Disitu kami berdua diikat mata dan disuruh tidur di bagasi mobil," katanya.

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Sinopsis Escape Plan: The Extractor, Tayang 7 September 2023 di Bioskop Trans TV

Baca juga: Terima Laporan Danrem 042/Gapu, Jendral Dudung Turun ke Jambi Pantau Penanganan Karhutla

Baca juga: Rekomendasi 3 Destinasi Wisata Favorit Anak-anak di Kota Jambi

Baca juga: Kualitas Udara di Muara Bulian Batanghari Masuk Kategori Tidak Sehat

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved