Puluhan Petani di Tebo Dilatih Kelola Kebun Sawit Berkelanjutan
Sekda Provinsi Jambi, Sudirman membuka acara lokakarya Diseminasi Pembelajaran Inisiatif Dukungan UNDP dan SECO di Provinsi Jambi, Rabu (30/8/2023).
Penulis: A Musawira | Editor: Teguh Suprayitno
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, Sudirman membuka acara lokakarya Diseminasi Pembelajaran Inisiatif Dukungan UNDP dan SECO di Provinsi Jambi, Rabu (30/8/2023).
Acara ini merupakan bagian dari langkah tindak lanjut akselerasi rencana aksi daerah pembangunan perkebunan berkelanjutan yang sudah digagas oleh Presiden RI pada 2019-2024.
“Banyak hal sebetulnya kenapa kita penting melakukan aksi nyata karena produksi perkebunan masih menjadi andalan dari pendapatan domestik bruto,” katanya di Swiss Bell Hotel Jambi.
Menurut Sekda potensi di Provinsi Jambi hingga saat ini masih didominasi oleh sektor pertanian dan perkebunan.
“Itulah yang menjadi penyumbang terbesar sehingga kita mampu terhindar dari krisis ekonomi akibat pandemi dua tahun lalu kontribusinya itu. Tapi juga kita menghadapi ada persoalan yang tidak sederhana,”
“Kaitannya dengan pertama usia sawit yang rata-rata di 8 kabupaten itu sudah wajib untuk segera dilakukan peremajaan. Banyak dominasi oleh usia tua yang harus segera diremajakan maka imbasnya ke produksi yang berkurang,” ujarnya.
Sementara itu, ia berharap produksi untuk sawit terus meningkat maka langkah-langkah itu harus segera dilakukan dengan mencari langkah strategis untuk disiapkan dengan baik pembibitannya.
“Bina dan latih serta berikan pembelajaran kepada buruh-buruh perkebunan. Ini yang belum kita sentuh buruh-buruh perkebunan yang sesungguhnya dia harus bisa ditingkatkan kualitasnya dalam rangka peningkatan produktivitas, selama ini yang dilatih itu yang punya kebun, sekarang buruh-buruhnya,” ujarnya.
Lanjutnya Sekda bilang selain peningkatan kapasitas bagi para buruh dan peningkatan produktivitas, ia juga berharap agar nanti mereka-mereka keluar dari zona kemiskinan ekstrem karena dilingkup perkebunan itu paling banyak buruh-buruh perkebunan.
“Kita harus support mudah-mudahan support dari UNDP dan SECO juga bisa kita manfaatkan dengan baik sehingga saling sinergi sesuai intruksi Presiden RI nomor 6 tahun 2019 dalam rangka rencana aksi daerah untuk pembangunan kelapa sawit berkelanjutan,” jelasnya.
Berdasarkan keputusan Mentri Pertanian RI tentang penetapan luas tutupan kelapa sawit Indonesia pada 2019 bahwa luas lahan kelapa sawit di Provinsi Jambi mencapai 1.134.640 hektare atau setara diangka 6.93 persen secara nasional.
Menurut penguasaanya di Jambi terdiri dari sawit milik BUMN seluas 23.057 hektare, sawit milik perusahaan swasta seluas 518.869 hektare dan sawit milik rakyat dengan luas 592.714 hektare.
Data itu menunjukan bahwa kurang lebih ada 1.1 juta hektare kebun kelapa sawit yang ada sebanyak 45.7 persen diusahakan oleh perusahaan perkebunan dan 50.2 persen diusahakan oleh petani kebun.
Di acara ini pula dihadiri oleh 50 orang petani swadaya dari Kabupaten Tebo yang sudah mengikuti pelatihan sawit berkelanjutan. Selain itu juga turut dihadiri Direktur PPHBUN Kementrian Pertanian, Korem 042/Gapu, Polda Jambi, Kepala OPD Anggota Tim Pelaksana pelaksana rencana aksi daerah nasional perkebunan kelapa sawit berkelanjutan Provinsi Jambi 2019-2024.
Baca juga: 42 Ribu Masyarakat Miskin Ekstrem di Jambi Didominasi Pekerja Buruh Kebun
Baca juga: November Baru Pensiun, Sekda Sarolangun Ternyata Jadi Kader Partai NasDem Sejak Mei 2023
Baca juga: Ketua DPRD Sarolangun Soal Sekda Nyaleg: Kalau Mau Jadi Caleg Harus Mundur
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Sekda-Provinsi-Jambi-buka-lokakarya.jpg)