WAWANCARA EKSKLUSIF

Fadli Zon: Mudah-mudahan Sejarah Berpihak pada Prabowo

"Mudah-mudahan sejarah berpihak pada beliau (Prabowo) dan beliau mendapatkan mandat dari rakyat persis nanti enam bulan dari sekarang..."

Editor: Duanto AS
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, berpose seusai wawancara khusus di Fadli Zon Library, Jakarta, Senin (14/8). 

Mudah-mudahan sejarah berpihak pada beliau dan beliau mendapatkan mandat dari rakyat persis nanti enam bulan dari sekarang, 14 Februari.

Jadi saya kira setiap orang mempunyai takdirnya dan saya dari dulu merasakan itu, ya, Pak Prabowo ini juga mempunyai satu misi.

Tapi tentu jalannya juga tidak mudah dan demokrasi itu memang tidak mudah.

Tidak bisa take it for granted, harus ada perjuangannya dan saya menjadi saksi bersama-sama dengan beliau juga ikut mendirikan Partai Gerindra, kemudian mengikuti proses pertarungan di 2009, 2014, 2019 dan yang akan datang tinggal enam bulan lagi.

Mudah-mudahan sejarah berpihak pada kita. Kita yakin arus ini termasuk dengan dukungan dari sejumlah partai politik yang ada di parlemen setelah Gerindra dengan PKB.

Kemudian ada beberapa partai lain, ada PBB ada PSI dan sekarang dengan Golkar PAN yang jelas bukan partai baru gitu, ya. Ini saya kira menambah energi yang luar biasa.

Pak Fadli Zon, ini kan politik take and give, ya. Kira-kira take and give dengan partai pendukung ini bisa diceritakan enggak?

Mestinya ini adalah sebuah simbiosis mutualis lah, ya.

Ada suatu kepentingan yang sama kepentingan yang saya kira sama-sama dibangun untuk mendapatkan dukungan dari masyarakat.

Selain itu juga faktor-faktor eksternal yang juga sangat penting, faktor Pak Jokowi saya kira juga sangat penting, karena bagaimanapun beliau adalah presiden incumbent yang ikut di dalam proses sejak awal pembentukan koalisi ya pemerintahan.

Dan ini adalah partai-partai yang merupakan bagian dari koalisi pemerintah.

Jadi pasti perannya juga sangat besar gitu ya dan Pak Prabowo sebagai seorang yang pernah menjadi kompetitor Pak Jokowi dalam dua kali pertarungan, di mana saya juga ada di dalamnya pusaran itu dengan sangat dekat sekali menjadi pelaku sekaligus saksi.

Saya melihat bahwa ini adalah satu perjalanan yang luar biasa.

Dalam arti begini, jarang di tempat lain ada kompetitor kemudian mereka bisa bergabung bisa berkoalisi.

Kalau di negara-negara lain di Timur Tengah biasanya justru akhirnya endingnya itu ending yang sangat buruk gitu ya.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved