Kebakaran Hutan dan Lahan Terus Terjadi, ISPU Masih Tunjukan Udara Baik
Kebakaran hutan dan lahan semakin marak terjadi di puncak musim kemarau kali ini, alat ukur Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) Kota
Penulis: Abdullah Usman | Editor: Fifi Suryani
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kebakaran hutan dan lahan semakin marak terjadi di puncak musim kemarau kali ini, alat ukur Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) Kota Jambi masih menunjukkan tren baik, Minggu (13/8).
Pantauan tribun di lapangan kondisi cuaca di Kota Jambi cenderung panas, namun meskipun panas justru terasa teduh karena sinar matahari seperti terselimuti oleh awan.
"Sudah duo hari cuaca kayak gini nih, dikatakan mendung tapi panas. Biso bae dampak dari kebakaran lahan yang mulai sering terjadi," ujar Opung warga Kota Jambi.
Terkait kondisi tersebut, dari pantauan alat ukur ISPU) yang berada di kawasan tugu keris Kota Jambi menunjukan tren baik.
Dari lima indikator alat ukur tersebut, dari baik, sedang, tidak sehat, sangat tidak sehat dan berbahaya. Indikator menunjukan kondisi baik dan sedang atau kategori 50-100.
Selain itu, ada indikator PM 10 berada di posisi baik, kemudian PM 2,5 kondisi sedang, S02 kondisi baik, Co juga kondisi baik, begitu juga pada Ho2 dan Hc dalam kondisi indikator baik.
Untuk diketahui, kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Jambi pada hari Jumat (11/8) saja, sudah terjadi 12 titik kebakaran dengan luasan terbakar mencapai lebih kurang 55.14 hektare. Menunjukan karhutla di Provinsi Jambi menjadi perhatian serius saat ini.(usn)
Update Per Setengah Jam
DINAS Lingkungan Hidup Kota Jambi sebut alat ukur Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) dan Polutan Standar Indek (PSI) Kota Jambi dapat menjadi patokan, karena selalu di update per setengah jam sekali.
Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi beberapa waktu terakhir, dikhawatirkan akan berdampak pada kondisi udara di sekitaran Kota Jambi.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DLH Kota Jambi Ardi menuturkan, terkait kondisi tersebut masyarakat dapat memantau kondisi udara terkini melalui alat ukur Indeks standar pencemaran udara (ISPU) yang berada di seputaran tugu keris Kota Jambi.
"Alat pengukur kualitas udara tersebut selalu diupdate setiap harinya per setengah jam sekali," ujarnya, Minggu (13/8).
Lanjutnya, beberapa waktu lalu alat tersebut dalam proses perbaikan oleh pihak kementerian, namun saat ini alat ukur itu sudah selesai diperbaiki dan selalu meng-update perkembangan udara Kota Jambi.
Pada indikator alat yang terpampang di pinggir jalan tersebut terlihat alat ukur tersebut berlaku sejak pukul 15.00-15.00 di hari berikutnya.
Akhirnya Ahmad Sahroni Muncul Usai Rumahnya Hancur hingga Dijarah, Akui Takut Pulang ke Tanah Air |
![]() |
---|
BPJS Ketenagakerjaan Sampaikan Duka Mendalam, Ojol Affan Kurniawan Meninggal Saat Mencari Nafkah |
![]() |
---|
Nasib Satpam DPRD Imron Sempat Menangis Motornya Terbakar, Kini Diganti Willie Salim: Alhamdulillah |
![]() |
---|
Partai Perindo: Seruan Kebangsaan untuk Menyikapi Kekecewaan dan Amarah Publik |
![]() |
---|
Presiden Wajib Lakukan Dialog Kerakyatan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.