Femalenial

Usai Jadi Putri Pariwisata Jambi, Meidita Amartya Ingin Berdampingan dengan Dunia Pariwisata

Meidita Amartya, seorang perempuan yang besar di Jambi telah menikmati bagaimana kehidupan selalu bersinggungan dengan kepariwisataan.

Ist
Meidita Amartya 

TRIBUNJAMBI.COM,JAMBI - Meidita Amartya, seorang perempuan yang besar di Jambi telah menikmati bagaimana kehidupan selalu bersinggungan dengan kepariwisataan.

Mei mulai melirik dunia pariwisata sejak tahun 2017 yang mana baginya sangat menyenangkan.

Dia sempat membayangkan betapa indahnya Provinsi Jambi apabila masyarakat mencintai pariwisata dalam daerahnya sendiri.

Keprihatinan Mei terhadap sebagian masyarakat Provinsi Jambi terletak pada minat mereka yang kurang terhadap potensi daerah sendiri.

"Banyak dari orang-orang justru berlomba-lomba ingin liburan atau jalan-jalan itu ke luar provinsi. Padahal, Jambi punya banyak destinasi yang keren-keren," ungkapnya.

Mei merupakan gadis visual yang suka mendokumentasikan momen-momen yang ditemuinya dalam gawainya.

Terlebih di era digital, Mei semakin gencar menunjukkan bahwa potensi Jambi bidang pariwisata sangat bagus melalui unggahan media sosialnya.

Tanpa latar belakang keluarga yang menyukai dunia pariwisata, public speaking, dan modelling, Mei memilih jalannya sendiri.

Tahun 2017 itulah Mei mulai aktif ikut berbagai pendidikan tiga konsentrasi tersebut untuk dapat mempromosikan Jambi menjadi seseorang.

Tibalah saatnya tahun 2020 dia memberanikan diri maju jadi Putri Pariwisata Provinsi Jambi, ternyata hasil tidak mengkhianati upayanya selama ini.

Mei terpilih sebagai Runner-up 1 Putri Pariwisata Provinsi Jambi melalui pendidikan, dan seleksi sanggar entertaint mengalahkan banyak peserta.

Upaya Mei semakin didukung oleh orang tuanya atas keberhasilannya dia kali ini.

"Orang tua justru bilang kalau sudah jadi Putri Pariwisata Provinsi Jambi Runner Up 1, buktikanlah kalau kamu bisa membanggakan Jambi," begitu Mei menceritakan.

Pengalaman Mei selama menjadi Putri Pariwisata Provinsi Jambi Runner Up 1 Tahun 2020 membuatnya semakin sadar dan mensyukuri menjadi seseorang yang tumbuh di lingkungan tersebut.

Semakin ke sini, bagi Mei beberapa tempat wisata sebenarnya maju dan keindahannya semakin terlihat dengan berbagai fasilitasnya.

Namun sayang, bagi dia ada beberapa tempat wisata yang unik dan ikonik namun tidak terlalu diperhatikan.

"Sebagai anak muda, terkadang bersama teman-teman kampus kami membahas soal itu. Kami buat apa-apa saja yang perlu dipersiapkan untuk membangun k mbali tempat wisata tersebut. Tetapi lagi-lagi upaya itu stug pada anggaran dana," tutur Mei.

Mei mengatakan, kuliner yang menjadi bagian penting dari pariwisata perlu ditingkatkan lagi.

"Walaupun sekarang sudah banyak masyarakat yang sadar akan kuliner di tempat wisata," lanjut dia.

Masyarakat beserta pemerintah mungkin perlu berkolaborasi untuk mengupayakan kuliner khas Jambi tetap ada di tempat-tempat wisata.

Melalui penjualan kuliner khas di tempat wisata, menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang belum dan atau ingin mengenal Jambi lebih jauh lagi.

Dia berharap kedepannya dapat terus berkontribusi untuk mempromosikan pariwisata Provinsi Jambi, minimal setidaknya bagi masyarakatnya sendiri.

Karena menurut Mei, ketika masyarakatnya sendiri tidak terlalu mencintai pariwisatanya, maka cukup diragukan bagi orang luar provinsi akan tertarik mengenal Provinsi Jambi.

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Rendy Kjaernett Ingin Balas Budi, Cari Penolong Lady Nayoan: kalau nggak Ada Dia, Nggak Tahu Gimana

Baca juga: Rendy Kjaernett sempat Tutupi Masalah Kecelakaan dengan Lady Nayoan, Ini Alasannya

Baca juga: Hasil Vermin Perbaikan KPU Provinsi Jambi, Sebanyak 309 Bacaleg TMS, Yatno: Perbaikan 6-11 Agustus

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved